

inNalar.com – Salah satu kepala daerah terkaya di Provinsi Sulawesi Selatan menjadi sorotan publik karena memiliki harta kekayaan fantastis yang dilaporkan secara resmi ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Sosok yang dimaksud adalah Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, yang memimpin salah satu wilayah dengan pertumbuhan ekonomi tinggi di Sulawesi Selatan.
Ia memiliki kekayaan lebih dari Rp19 miliar tanpa utang, sesuai data resmi LHKPN yang diterbitkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.
Munafri Arifuddin resmi menjabat sebagai Wali Kota Makassar untuk periode 2025–2030, didampingi oleh wakilnya, Aliyah Mustika Ilham.
Sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan, Kota Makassar dikenal sebagai pusat ekonomi terbesar di kawasan Indonesia Timur, memainkan peran strategis dalam perdagangan, logistik, dan distribusi nasional.
Mengacu pada data resmi Badan Pusat Statistik (BPS), pendapatan per kapita masyarakat Kota Makassar pada tahun 2023 tercatat sebesar Rp155,95 juta, mencerminkan daya beli dan produktivitas ekonomi yang tinggi.
Pertumbuhan Makassar terlihat signifikan, terutama di sektor perdagangan dan jasa yang menjadi tulang punggung ekonomi kota ini.
Tak heran jika publik mulai menaruh perhatian lebih pada sosok Munafri Arifuddin yang kini menjadi salah satu kepala daerah terkaya di Provinsi Sulawesi Selatan..
Munafri Arifuddin, akrab disapa Appi, lahir di Majene pada 20 September 1975. Masa kecil hingga jenjang pendidikannya dijalani di Makassar, kota yang dijuluki Kota Daeng.
Seluruh jenjang pendidikan formalnya, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi, ia jalani di kota tersebut. Munafri meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Hasanuddin pada tahun 1999.
Namanya dikenal luas sebagai salah satu pengusaha nasional. Ia pernah menjabat sebagai CEO klub sepak bola legendaris PSM Makassar, memperkuat posisinya sebagai figur penting di dunia olahraga dan bisnis.
Pada periode 2007 hingga 2010, Appi pernah menjabat sebagai Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sulawesi Selatan. Pencalonannya sebagai Wali Kota Makassar bukanlah yang pertama dalam karier politiknya.
Pada Pilkada 2018, ia maju sebagai calon tunggal setelah lawannya didiskualifikasi oleh KPU. Namun, ia justru kalah dari kotak kosong dalam pemungutan suara.
Kekalahan ini mencatatkan sejarah sebagai kemenangan kotak kosong pertama dalam pilkada Indonesia, di mana Appi memperoleh 264.245 suara dan kotak kosong meraih 300.795 suara.
Munafri Arifuddin akhirnya meraih kemenangan dalam Pilkada 2024, berpasangan dengan Aliyah Mustika Ilham, setelah melewati proses politik yang kompetitif dan penuh dinamika.
Kemenangan ini tidak hanya menandai keberhasilan Appi secara pribadi, tetapi juga menjadi titik balik bagi Partai Golkar yang kembali mendapatkan kepercayaan kuat dari masyarakat Makassar.
Berdasarkan laporan resmi LHKPN yang diakses melalui laman elhkpn.kpk.go.id, total kekayaan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, tercatat mencapai Rp19.672.882.948 tanpa adanya utang sedikit pun.
Mayoritas hartanya berasal dari kepemilikan tanah dan bangunan yang tersebar di beberapa wilayah di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.
Munafri Arifuddin diketahui memiliki total delapan aset properti, baik berupa tanah maupun bangunan, dengan total nilai mencapai Rp13 miliar. Beberapa di antaranya berlokasi di Kota Makassar, termasuk:
– Sebidang tanah dan bangunan seluas 167 m²/100 m² senilai Rp1,8 miliar
– Aset lain dengan luas 142 m²/160 m² senilai Rp1,9 miliar
– Sementara di Kabupaten Maros, ia tercatat memiliki lima properti lainnya, masing-masing dengan nilai antara Rp1,2 miliar hingga Rp1,4 miliar.
– Tak hanya itu, ia juga memiliki sebidang tanah seluas 3.443 m² di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, yang diperkirakan bernilai Rp3,1 miliar.
Selain aset properti, kekayaan pemimpin daerah terkaya ini juga mencakup dua kendaraan mewah dengan total nilai Rp900 juta.
Yang pertama adalah Mitsubishi Sport tahun 2018 dengan estimasi nilai Rp150 juta. Kemudian, ada Mercedes Benz Jeep L.C tahun 2014 dengan nilai signifikan sebesar Rp750 juta.
Kategori harta bergerak lainnya menyumbang sekitar Rp1,6 miliar dalam total kekayaan Munafri Arifuddin.
Sementara itu, saldo kas dan setara kas yang dimilikinya pun cukup mengesankan, yakni mencapai Rp4.172.882.948.
Laporan tidak mencantumkan surat berharga maupun harta lain di luar aset dan kas tersebut.
Yang paling mencolok dari laporan ini adalah fakta bahwa Munafri Arifuddin tidak memiliki utang sama sekali, menjadikan total kekayaan bersihnya tetap utuh di angka Rp19.672.882.948.
Itulah profil kekayaan Munafri Arifuddin, Wali Kota Makassar yang juga tercatat sebagai salah satu kepala daerah terkaya di Sulawesi Selatan berdasarkan laporan resmi LHKPN.***(Farida Fakhira)