

inNalar.com – Blitar merupakan salah satu kota madya di Jawa Timur yang terkenal akan wisata sejarah mengenai Bung Karno.
Di Blitar terdapat pula perpustakaan yang menyandang sebagai salah satu perpustakaan nasional.
Perpustakaan di Blitar tersebut dinamai dengan nama presiden pertama Republik Indonesia yakni Perpustakaan Bung Karno.
Baca Juga: Mendadak Jadi Sultan, Mbah Taryo Terima Rp 19 Miliar Dari Pembangunan Tol Jambi-Belitung
Perpustakaan Bung Karno diresmikan pada tanggal 3 Juli 2004 oleh Megawati sebagai Presiden saat itu.
Perpustakaan Bung Karno berlokasi di Jl. Kalasan No, 1, Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar.
Perpustakaan Bung Karno ini terletak di kompleks pemakaman Bung Karno yakni tepat di sebelahnya sehingga perpustakaan ini juga tidak pernah sepi oleh pengunjung.
Baca Juga: Mall Mewah di Balikpapan Ini Mengusung Konsep Dunia Dongeng, Termegah di Kalimantan Timur
Peprustakaan ini berdiri karena terdapat keinginan kuat untuk mengembangkan rasa Nasionalisme Indonesia di masa yang akan datang dalam menghadapi tantangan global.
Di Perpustakaan ini juga terdapat museum yang menampilkan beberapa lukisan-lukisan dan foto-foto perjalanan hidup sang Proklamator.
Di sini juga terdapat koleksi buku khusus edisi Bung Karno yakni buku yang ditulis sendiri oleh Bung Karno, buku yang di tulis orang lain tentang Bung Karno, serta buku-buku yang pernah di baca oleh Bung Karno.
Baca Juga: Punya Kuliner Mendunia, Daerah Besar di Sumatera Barat Ini Justru Punya Angka Kemiskinan yang Tinggi
Koleksi khusus edisi Bung Karno tersebut berjumlah 2407 judul dan 6757 eksemplar pada tahun 2022 lalu.
Di Perpustakaan Bung Karno ini terdapat koleksi unik yakni terdapat lukisan Bung Karno yang di sebut-sebut bagian jantungnya terlihat seperti berdetak.
Lukisan Bung Karno ini bisa secara terbuka di lihat oleh para pengunjung bahkan bisa merasakan secara langsung fenomena detak jantung di Lukisan Bung Karno tersebut.
Namun, dari pihak perpustakaan sendiri menjelaskan tetang fenomena lukisan Bung Karno yang terlihat berdetak tersebut.
Fenomena lukisan Bung Karno yang terlihat berdetak tersebut karena bentangan dari kanvas lukisan Bung Karno yang tipis dan lebar.
Selain itu, lukisan tersebut cukup peka terhadap hentakan kaki pengunjung dengan angin, sehingga memunculkan gerakan di bagian tengah lukisan.***