

inNalar.com – Kalimantan Selatan akan memiliki sebuah masjid agung yang diproyeksikan menjadi ikon baru bagi Kota Banjarbaru.
Penamaannya bakal diambil dari seorang tokoh ulama yang sangat dicintai masyarakat Kalimantan Selatan, siapa kah itu?
Sosok yang bakal digunakan namanya sebagai infrastruktur ibadah ini adalah Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari.
Penggunaan nama yang merujuk pada satu tokoh agama besar ini menjadi salah satu bentuk penghormatan tersendiri atas jasa dan pengaruhnya.
Lantas, sudah sampai tahap apa Proyek Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari ini?
Perlu diketahui bahwa pembangunan rumah ibadah ini sudah mulai diproses pihak kontraktor pembangunan, tetapi warga Banjarbaru agaknya perlu bersabar terlebih dahulu.
Pasalnya bangunan ikonik yang dibangun untuk menampung 3.000 jamaah ini diproyeksikan bakal selesai tahun 2024.
Pengerjaan tiang pancang telah dilaksanakan pada Bulan Oktober lalu, sehingga diharapkan progres terkini sudah mulai masuki tahap selanjutnya.
Garapan setelahnya adalah pengerjaan balken, dilanjutkan dengan pemasangan plat lantai hingga mulai mengerjakan bagian struktur bangunan.
Rupanya asal muasal keberadaan proyek masjid raya ini dibangun atas inisiasi Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor.
Sementara kontraktor pembangun yang diutus untuk mengeksekusi proyek ini adalah PT Adhi Karya (Persero) Tbk.
Gubernur Kalsel Sahbirin Noor mengungkap bahwa nantinya masji ini bakal menjadi ikon kebanggan warga Kota Banjarbaru.
Ukurannya yang cukup luas dan melega ini juga diproyeksikan bakal menjadi salah satu pusat ibadah terbaru di Kalimantan Selatan.
Sebagai informasi, lahan yang bakal terbabat oleh proyek ini luasnya mencapai 11,75 hektar, sedangkan untuk bangunannya akan melega hingga 4.650 meter persegi.
“Ini akan menjadi masjid rayanya Provinsi Kalimantan Selatan karena berlokasi di Ibu Kota Provinsi Kalsel yakni Kota Banjarbaru,” ujar Sahbirin Noor, dikutip inNalar.com dari Diskominfo Kalsel.
Bagaimana tidak, proyek pembangunan tempat ibadah ini rupanya bakal menelan dana fantastis hingga pengerjaannya dicicil menggunakan anggaran dua kali periode.
Apabila merujuk pada data LPSE, calon masjid raya ini bakal menelan pagu anggaran APBD 2023 dan 2024.
Adapun porsi pembiayaannya untuk tahap pertama akan dialirkan dana dari APB 2023 sebesar Rp80 miliar.
Selanjutnya untuk pendanaan pembangunan selanjutnya, bakal mengambil porsi APBD 2024 sebesar 41 miliar.
Dengan demikian, total pembiayaan untuk realisasi proyek masjid agung khas Banjarbaru ini berjumlah Rp121 miliar.
Sebagai gambaran, nantinya desain bangunan bakal berbentuk limas dilengkapi dengan embung dan danau agar lanskap kawasan tempat ibadah ini semakin cantik.
Lebih lanjut, diungkap pula oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor mengenai kendala pembangunannya yang cukup menantang karena bahan-bahan material dikirim dari dua kota besar di Pulau Jawa.
Kedua kota besar yang dimaksudkan sebagai pemasok bahan material ini adalah Jakarta dan Surabaya. ***