Monorel Gantung Pertama Dibuka di Wuhan China, Mampu Melesat hingga 60 km Per Jam, Beroperasi Tanpa Masinis?

inNalar.com – Jalur monorel gantung komersial pertama dibuka di Wuhan, Provinsi Hubei, China.

Monorel gantung tersebut adalah sistem lalu lintas area perkotaan baru yang rendah karbon dan ramah lingkungan.

Jalur kereta monorel gantung ini nantinya akan dimulai dari Taman Hutan Nasional Jiufeng serta berakhir di Pegunungan Longquanshan.

Baca Juga: Tersisa 3 di Dunia, Kereta Api Lokomotif Uap dengan Rel Bergigi Ini Ada di Stasiun Semarang, Tepatnya…

Pembangunannya memanfaatkan berbagai teknologi canggih.

Salah satunya adalah peredam kejut dengan fungsi untuk meningkatkan stabilitas gerbong serta menjadikan perjalanan semakin mulus.

Melansir dari Antara, kereta monorel gantung ini dioperasikan secara otomatis.

Baca Juga: Progresnya Capai 39 Persen, Tol di Sumatera Barat yang Melayang di Atas Rel Kereta Ini Dilanjutkan Setelah…

Baik itu saat memasuki stasiun hingga membuka dan menutup pintu keretanya.

Para penumpang monorel gantung tersebut dapat menikmati keindahan kota dari lantai kaca bawah kaki yang disediakan.

Monorel gantung di China ini bahkan sudah melalui tahap uji coba di bulan Mei lalu.

Baca Juga: Habiskan Dana Rp980 Miliar, Rel Kereta Api di Simpang Joglo Solo Ini Bakal Jadi yang Terpanjang di Indonesia?

Kehadirannya menjadi minat wisatawan dari seluruh daerah.

Proyek modern milik China ini sendiri dibuka pada September 2023 serta akan beroperasi setiap 10 menit sekali.

Tepatnya antara pukul 08.00 sampai dengan 20.00 waktu setempat.

Kereta ini akan beroperasi tanpa adanya pengemudi dengan kapasitas maksimal mencapai 60 km per ja.

Sedangkan kapasitas penumpang maksimalnya mencapai 220 orang dengan jumlah rangkaian yang terdiri dari dua gerbong.

Ketika sibuk, jumlah gerbong tersebut nantinya dapat ditambah.

Monorel gantung tersebut membentang sejauh 10,5 km.

Nantinya akan menelusuri 6 stasiun di Optical Valley, Wuhan yang merupakan kawasan pengembangan sains dan juga teknologi di daerah ini.

Meski tanpa pengemudi, kehadirannya tetap menyediakan petugas di kabin yang bisa mengambil alih kemudi jika berada dalam keadaan darurat.

Jika dibandingkan dengan kereta api tradisional atau kereta bawah tanah dua jalur, monorel gantung tersebut akan menawarkan perjalanan yang lebih mulus.

Tentu dapat membantu menghilangkan gangguan lalu lintas maupun pejalan kaki secara efektif.***

 

Rekomendasi