Momen Menlu RI Retno Marsudi Menangis Bacakan Puisi Ciptaannya Saat Aksi Bela Palestina di Monas

inNalar.com – Perang antara Hamas dan Israel telah berlangsung lebih dari 25 hari, bahkan hampir satu bulan.

Peningkatan serangan yang dilancarkan oleh Israel telah membunuh setidaknya lebih dari 9.000 jiwa.

Bahkan, sebagian besar di antara para korban adalah perempuan, anak, dan lansia.

Baca Juga: Raffi Nagita Ikut Dukung Palestina dengan Galang Donasi, Belum 24 Jam Sudah Terkumpul Rp800 Juta, Sekarang…

Peristiwa luar biasa di Palestina ini tentunya menjadi perhatian di seluruh penjuru dunia, terutama Indonesia.

Kemarin, 5 November 2023 di Monas Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina mengadakan aksi solidaritas mendukung rakyat Palestina.

Sekitar puluhan ribu orang memadati kawasan Monas dengan atribut bendera Palestina dan Syal.

Baca Juga: Boikot Produk Israel Menggema, Berikut Daftar Make-up dan Skincare Lokal yang Dukung Palestina

Tak jarang juga ada yang membawa poster untuk menyuarakan dukungan terhadap Palestina dan menghentikan pembantaian yang kejam ini.

Banyak pula para pejabat yang datang dalam aksi ini dan salah satunya Menlu RI yakni Retno Marsudi.

Retno Marsudi membagian momen Aksi Akbar Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina di akun instagram pribadinya Instagram/ retno_marsudi.

Baca Juga: Kim Jong Un Turun Tangan Bantu Palestina, Pasok Senjata Kepada Hamas untuk Serang Israel, Dibongkar Intel?

Dalam kesempatan tersebut, Retno Marsudi membacakan sebuah puisi menyentuh yang merupakan ciptaannya sendiri di hadapan ribuan pendukung Aksi Bela Palestina.

Berikut puisi yang disampaikan oleh Retno Marsudi pada Aksi Akbar Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina.

‘Palestina-Saudaraku’

Hatiku miris
Karena Bocah itu menangis

Dia terluka
Dia tidak bisa berkata
Dia tidak tahu dimana Bapak–Ibunya

Setiap 10 menit
Satu anak wafat di Gaza

Ribuan orang tua kehilangan anak
Tak terbilang, berapa ribu anak kehilangan orang tua

Setiap tangan tertulis nama
Mereka tak ingin mati tanpa penanda

Rumah mereka hanya langit
Kasur mereka hanya bumi

Kapan kekejaman ini berhenti?
Kapan keadilan akan menghampiri?

Aku dan Indonesia-ku
Pantang mundur, akan terus membantumu

Aku dan Indonesia-ku
Akan terus bersamamu
sampai penjajah itu
enyah dari rumahmu

Palestina, kau adalah Saudaraku
Dan aku, akan selalu bersamamu

Retno Marsudi membacakan puisi tulisannya tersebut sembari menitihkan air mata.

Hatinya tak sampai melihat ribuan anak-anak, perempuan, lansia, dan para korban lainnya meregang nyawa.***

 

Rekomendasi