Molor 3 Kali, Megaproyek Senilai Rp36,9 Miliar di Kota Samarinda Ini Tak Kunjung Rampung, Mengapa?


InNalar.com –
Molor. Satu kata itu merupakan hal yang tepat diucapkan pada megaproyek yang berada di provinsi Kalimantan Timur.

Pasalnya, proyek yang berada di Kota Samarinda tersebut hingga kini tak kunjung rampung.

Padahal, proyek tersebut sudah dilakukan perpanjangan, yang hingga kini sudah dilakukan sebanyak 3 kali.

Baca Juga: Padukan 3 Kurikulum Terbaik RI, Sekolah Favorit di Boyolali Beri ‘Karpet Merah’ Calon Siswa SMA, Ini Syaratnya

Pada rencana awal, proyek yang berada di Kota Samarinda tersebut diperkirakan akan selesai pada Desember 2023.

Akan tetapi, ternyata megaproyek tersebut justru tak kunjung rampung, dan hingga sekarang masih dalam pengerjaan.

Sedangkan investasi yang dikucurkan dalam membangun proyek yang dimaksud totalnya cukuplah fantastis.

Baca Juga: Gelontorkan Rp130 T, Proyek Swasembada Perkebunan Tebu 2 Juta Hektare di Merauke Ancam Hutan Alam Papua Selatan

Diketahui total investasinya yakni mencapai Rp36,9 miliar.

Karena pada Desember 2023 tak selesai, maka pemerintah menyetujui untuk melakukan perpanjangan kontrak hingga Februari 2024.

Walau begitu, ternyata hingga April 2024 ini megaproyek tersebut tak kunjung rampung juga, sehingga harus dilakukan perpanjangan kontrak kembali.

Baca Juga: Megaproyek Rp1.114 Triliun! IKN Kalimantan Timur Bakal Punya Kereta Cepat: Bisa Tembus Brunei Darussalam, tapi..

Sebenarnya jika proyek yang berada di daerah provinsi Kalimantan Timur tersebut sudah terbangun, maka nantinya bangunan tersebut dapat dimanfaatkan oleh banyak masyarakat hingga UMKM.

Usut punya usut, ternyata penyebab yang membuat proyek tersebut tak kunjung rampung yakni karena keterlambatan pengiriman material barang.

Pada proyek yang berada di Kota Samarinda, sebenarnya pembangunan tersebut menggunakan material yang bersumber dari luar Kalimantan, hingga dari luar negeri.

Baca Juga: Dilirik Malaysia dan Singapura, Kalimantan Utara Bakal Bangun Megaproyek Desalinasi Super Canggih di 2 Daerah

Salah satu yang mengalami keterlambatan pengiriman yakni adalah material dari China, sehingga membuat proyek tersebut harus molor.

Perlu diketahui, sebenarnya jika megaproyek tersebut tidak bisa rampung sesuai jadwal, maka perusahaan kontraktor harus membayar denda pada pemerintah.

Dengan kata lain, perusahaan kontraktor tersebut sudah mengalami denda 3 kali, karena sudah mengalami keterlambatan pengerjaan sebanyak 3 kali.

Baca Juga: Dikira Food Court Mall Rupanya Kantin, Sekolah Termewah di Surabaya Ini Dikelola Profesional Asing Verified

Diketahui saat ini progres pengerjaannya telah mencapai 85% pada Maret 2024.

Sementara itu berdasarkan perpanjangan kontrak, diperkirakan megaproyek yang berada di Kota Samarinda ini akan rampung pada Mei 2024.

Adapun proyek yang dimaksud adalah Teras Samarinda, yang terletak di Kawasan Tepian Mahakam.

Jika megaproyek ini telah terbangun, maka nantinya Kota Samarinda akan memiliki Amphitheater.

Dengan adanya Amphitheater, maka nantinya daerah tersebut akan memiliki tempat untuk menggelar pertunjukan hiburan seni dan semacamnya.

Sedangkan untuk memesan Amphitheater, nantinya pemerintah juga akan menyediakan aplikasi guna difungsikan sebagai akses untuk menyewa tempat tersebut.

Jadi bagi yang ingin menyewa Amphitheater, maka cara penyewaannya cukup dilakukan secara online, seperti yang dilansir dari setda.samarindakota.go.id.

Tidak hanya itu, bahkan aplikasi tersebut juga bisa digunakan untuk para UMKM, jika ingin membuka stand yang berada di tempat khusus.

Sebab itulah nantinya dengan adanya Amphitheater ini juga akan membantu UMKM dalam menjajakan dagangannya.***

 

Rekomendasi