Misterius! Ayah Soeharto Miskin, Tapi Mampu Beri Hadiah Seekor Kambing, Siapakah Dia Sebenarnya?

inNalar.com – Soeharto, berprestasi menjadi prajurit bangsa sekaligus presiden yang menjabat selama 32 tahun.

Prestasi yang diraih Soeharto seharusnya tidak luput dari pendidikan kedua orang tuanya.

Tak banyak disebut dalam sejarah, sebenarnya sosok seperti apakah orang tua Soeharto?

Baca Juga: Telan Rp2,7 Triliun, Pemprov Sumatera Utara Bangun 450 km Jalan Provinsi, Selesai 2023, 8 Ruas Dibangun di…

Dilansir inNalar.com dari buku berjudul “Biografi daripada Soeharto” yang ditulis oleh A.Yogaswara, berikut kisahnya.

Empat Tahun Tinggal di Rumah Kakek

Soeharto berasal dari keluarga yang tidak mampu, tinggal di desa Kemusuk, Argomulyo, Godean, Yogyakarta.

Ayahnya bernama Kertosudiro, bekerja sebagai aparat desa yang bertugas mengatur pembagian air.

Baca Juga: Ruas Tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat Persingkat Perjalanan ke Danau Toba 7 Jam Menjadi 1,5 Jam

Nama Soeharto diberikan oleh ayahnya. “Soe” berarti lebih baik, dan “Harto” berarti kekayaan.

Sedangkan sang ibu bernama Sukirah. Sebelum Kertosudiro menikahi Sukirah, ia berstatus duda beranak dua.

Pernikahan ini melahirkan sosok Soeharto. Namun sayang, tak lama setelah itu orang tuanya bercerai.

Sang ibu lalu menikah lagi dengan Atmopawiro dan memiliki tujuh anak, yang salah satunya kelak dikenal sebagai konglomerat Orde Baru, Probosutedjo.

Baca Juga: Panjangnya 150 m, Wisata Unik di Bandung Jawa Barat Ini Sajikan Sensasi Berjalan di Atas Angin, Indah Banget!

Soeharto, belum genap berumur 40 hari, ia dibawa ke rumah adik kakeknya, Kromodiryo.

Ada yang mengatakan ibunya jatuh sakit, atau alasan lainnya yang menyebabkan Harto kecil harus tinggal di rumah Kromodiryo selama 4 tahun.

Soeharto belajar berdiri dan berjalan di rumah Mbah Kromo, begitu ia memanggilnya.

Ia sering diajak ke sawah, bermain di atas lumpur, dan menangkap belut.

Soeharto sangat membanggakan masa kecilnya yang sulit, mengingat ia kemudian berhasil menduduki kursi presiden Republik Indonesia.

Tidak Punya Baju

Saat usianya mencapai empat tahun, Sukirah mengambil anaknya kembali dan mengajaknya tinggal bersama Atmopawiro, ayah tirinya.

Saat inilah, Soeharto mulai merasakan pahitnya hidup. Masalah ekonomi menuntutnya hanya memakai celana pendek tanpa baju.

Ia sangat mendambakan baju. Oleh karena itu, ia sangat senang saat kakek buyutnya datang memberinya surjan (kemeja jawa) buatan sendiri.

Sang kakek, Mbah Notosudiro menyuruh Soeharto memakai baju itu. Namun, ternyata surjan itu bukan untuk dirinya.

Soeharto merasa kecewa dan hina, surjan itu ternyata dikhususkan untuk kakaknya, Darsono.

Diberi Hadiah Kambing

Den bagus tahi mambu (rupanya bagus tapi bau), merupakan ejekan teman yang ditujukan pada Soeharto semasa kecil.

Selain seperti diperlakukan tidak adil dengan saudara-saudaranya, penampilan yang kumal membuat dirinya menjadi bahan ejekan teman sekolah.

Suatu hari, ayah kandung Soeharto, Kertosudiro, mengunjunginya dan membawakan hadiah seekor kambing.

Betapa girang dirinya mendapat hadiah tersebut saat masih berusia kurang lebih empat tahun.

Terkait ini, Elson, seorang peneliti sejarah mengungkapkan bahwa ayah Soeharto sangat misterius.

Bagaimana mungkin seorang miskin seperti Kertosudiro mampu membelikan kambing untuk anaknya.

Tak hanya itu, saat Soeharto masih kecil, banyak sekali orang tua yang tidak bisa menyekolahkan anaknya.

Tapi nyatanya Kertosudiro berhasil menyekolahkan anaknya, bahkan hadiah kambing dianggap “terlalu mewah” bagi seorang petani.

Asal-usul ayah Soeharto menjadi salah satu hal paling kontroversial dalam sejarah.

Ada yang mengatakan, sebenarnya ayahnya adalah pedagang keliling keturunan China.

Namun, mengingat Soeharto sangat diskriminatif terhadap etnis China, hal ini tidak dianggap mungkin.

Benar tidaknya hal tersebut, asal-usul Soeharto yang misterius tetap diminati para pecinta sejarah. ***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]