Misteri Goa Tengkorak di Kalimantan Timur: Tempat Pembuangan Kepala dan Tulang Manusia yang Jadi Wisata Mistis

inNalar.com – Goa Tengkorak menjadi salah satu wisata mistis yang berada di Kalimantan Timur.

Lokasi Goa Tengkorak ini ada di Desa Kesungai, Kecamatan Batu Sopang, Kabupaten Paser.

Jaraknya sendiri sekitar 145 km sebelah barat daya dari Kota Balikpapan.

Baca Juga: Warga Desa Sunu NTT Lakukan Ritual Ini di Depan Patung Presiden Jokowi, Ada yang Menarik Perhatian!

Jika dari Kabupaten Paser maka memerlukan jarak tempuh 55 km saja.

Goa Tengkorak ada di sebuah tebing kapur raksasa dengan tinggi sekitar 50 meter.

Saat mendengar namanya, tentu sudah terkesan sangat angker dan seram.

Baca Juga: Tengah Cari Tiram, Wanita Aceh Ini Justru Temukan Harta Karun Berupa 30 Koin Emas, Harganya Setara…

Faktanya, goa di Kabupaten Paser tersebut memang memiliki pemandangan begitu menyeramkan.

Terdapat tumpukan tengkorak manusia dan tulang-belulangnya.

Goa Tengkorak berada di atas tebing setinggi 1,5 meter. Goa tersebut memiliki lebar 2 meter dan panjang 3 meter.

Baca Juga: Serukan Tak Pinjam ke Rentenir, Bupati Kukar Edi Damansyah Ternyata Tak Punya Hutang Sepeserpun

Untuk dapat naik menuju mulut goanya, maka para wisatawan dapat memanjat setidaknya lebih dari 100 anak tangga.

Mulut goa tersebut berada di pertengahan dinding kapur tegak lurus yang berwarna putih.

Tidak hanya itu, di atasnya juga sudah ada menara kayu dengan anak tangganya berbentuk zig-zag.

Fasilitas ini memang sudah disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Paser. Agar nantinya wisatawan dapat lebih mudah untuk berkunjung.

Uniknya, di dalam goa tersebut terdapat sebuah ruang sempit yang menjorok ke arah tebing.

Apabila melihatnya dari luar, maka memang terlihat cukup kecil dan sempit.

Hanya saja jika ditelusuri lebih jauh maka area goa tersebut sangat panjang.

Terdapat Puluhan Tengkorak dan Tulang Manusia di dalam Goa

Melansir dari laman resmi Disporapar Kapupaten Paser, Goa Tengkorak menyimpan sekitar 35 tengkorak dan tulang-belulang manusia.

Sesuai dengan kepercayaan warga setempat, tulang dan belulang ini adalah mayat dari nenek moyang penduduk.

Pada abad ke-16 Masehi, masyarakat zaman itu menganut kepercayan Hindu Kahariyangan.

Sebelum Islam datang melalui kesultanan Demak, pada saat itu orang yang meninggal jenazahnya tidak dikubur.

Akan tetapi dimasukkan ke dalam “lungun” atau lubang kayu yang sengaja dibuat untuk membungkus mayat.

Jenazah mayat akan dibungkus dalam waktu setahun sehingga seluruh jasadnya habis sehingga tinggal tengkorak dan tulangnya.

Tengkorak dan tulang tersebut dipindahkan ke goa melalui upacara adat.

Kondisi tengkoraknya sendiri ada yang masih utuh, beberapa diantaranya sudah pecah berupa serpihan.

Saat wisatawan ingin berkunjung, maka masyarakat berpesan untuk jangan sesekali membawa tengkorak ataupun tulang di goa ini.

Pasalnya, mereka akan terkena musibah dan akan diikuti makhluk halus sampai ke rumah.***

 

Rekomendasi