

inNalar.com – Siapa sangka Selandia Baru ternyata berada di atas sebuah daratan lenyap yang disebut ilmuwan geosains telah terendam laut selama 375 tahun.
Seorang ahli geologi, Nick Mortimer berkolaborasi dengan para ilmuwan geosains dari sejumlah institusi universitas di Selandia Baru, Kaledonia Baru, dan Australia.
Para ilmuwan geosains tersebut mengkaji secara mendalam kelayakan daratan terendam laut bernama Zealandia menjadi benua kedelapan bumi.
Zealandia merupakan daratan yang bermula dari benua raksasa kuno Gondwana yang terpisah dari Benua Antartika dan Australia, masing-masing sekitar 100 juta dan 80 juta tahun yang lalu.
Daratan Zealandia yang terendam Samudera Pasifik ini layak disebut sebagai benua baru. Secara fisik datarannya tak terlihat oleh pandangan kita dan hanya memperlihatkan permukaan tanah Selandia Baru.
Lantas, mengapa daratan Zealandia disebut para ilmuwan geosains patut dipertimbangkan menjadi benua kedelapan?
Didukung dengan data geologi dan geofisika, termasuk di dalamnya data gravitasi satelit dan ekspedisi geologi laut, ternyata para ilmuwan geosains menilai bahwa daratan ini layak dikategorikan sebagai sebuah benua.
Berikut penyebab di balik ilmuwan geosains berharap Zealandia dimasukkan dalam list benua baru di bumi berdasarkan aspek yang ditelitinya sebagai berikut.
Elevation (Ketinggian)
Pada umumnya, sebuah benua akan memiliki dataran yang tingginya melebihi kerak Samudera. Adapun para peneliti menemukan bahwa Zealandia ternyata memiliki ketinggian rata-rata sekitar -1100 meter di bawah permukaan laut.
Sekitar 94 persen wilayahnya terendam di bawah permukaan laut, sedangkan titik tertingginya ada di Aoraki-Mount Cook yang ketinggiannya mencapai 3.724 meter di atas permukaan laut.
Size (Ukuran)
Dari segi luas wilayah daratannya, Zealandia memiliki bentangan yang sangat luas, yakni sekitar 4,9 juta kilometer persegi. Fakta ini mendorongnya layak diperhitungkan menjadi benua baru.
Bukti Geologi dan Geofisika
Data gravitasi satelit digunakan para peneliti untuk memetakan kerak benua daratan yang hilang ini. Dari hasil pengamatan para tim, terlihat adanya perbedaan antara Benua Zealandia dengan kerak samudera di sekitarnya.
Data tersebut kemudian menjadi argumentasi para peneliti untuk menjadikannya sebagai benua baru. Pasalnya, karakteristik kerak benuanya disebut lebih padat daripada kerak samuderanya.
Adanya Program United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) semakin memperkuat klaim Zealandia sebagai benua yang terpisah.
Hingga pada akhirnya, keberadaan Zealandia ini membantu Selandia Baru dalam menentukan wilayah Zona Ekonomi Eksklusifnya.
Karakteristik Geologi
Selain itu, ekspedisi geologi laut juga berhasil mendapatkan sampel batuan kontinental dan struktur kerak yang semakin memperkuat klaim para peneliti.
Ditemukan pada daratan yang terendam ini terdapat banyak kekayaan silika dan struktur kerak tebal disertai temuan batuan kontinental seperti greywacke, schist, dan granit.
Dikutip inNalar.com dari penelitian Nick Mortimer dkk, “Hasil temuan ilmiah dari mengklasifikasikan Zealandia sebagai sebuah benua jauh lebih besar daripada sekadar untuk menjadi nama tambahan dalam daftar benua baru di bumi.”
Fakta menariknya adalah proses pengumpulan data dan penelusuran mengenai klasifikasi daratan Zealandia sebagai benua baru telah ditelusuri selama lebih dari 20 tahun.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi