Misteri Bangkai Pesawat Tempur di Tengah Hutan Kotabaru Kalsel Diduga Sisa Perang Dunia, Milik Negara Asing?

inNalar.com – Serpihan bangkai pesawat tempur sempat menghebohkan warga Desa Bungkukan di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Titik lokasi penemuan bangkai pesawat yang ada di tengah hutan salah satu desa di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan ini cukup jauh dari area pemukiman warga.

Puing-puing bangkai pesawat tempur yang berserakan di hutan Kotabaru, Kalimantan Selatan ini kurang lebih 16 kilometer dari rumah para warga Desa Bungkukan.

Baca Juga: Telan Dana Rp 465 Miliar, Jalan di Kalimantan Barat ini hubungkan Pontianak dan PLBN Entikong , Panjangnya….

Para warga Desa Bungkukan di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan meyakini bangkai pesawat tersebut sebagai sisa peninggalan Perang Dunia II.

Bangkai pesawat yang berhasil ditemukan di hutan desa di Kotabaru, Kalimantan Selatan ini berupa jejak badan sayap kiri, baling-baling, dan mesin pesawat.

Menariknya lagi, jejak pemiliknya pun terungkap dari adanya tulisan ‘USA’ di salah satu puing pesawat tipe North American B-25 Mitchell.

Baca Juga: Masalah Korupsi Dana Pensiun BUMN yang Dibereskan Erick Thohir Tuai Apresiasi dari Founder Edupolithink

Jejak pasti bangkai besi berserakan tersebut belum bisa dipastikan secara jelas apakah memang merupakan pesawat tempur peninggalan Perang Dunia II.

Sebab pada tahun 1997 sempat tersiar kabar pemberitaan mengenai adanya pesawat jatuh di area hutan desa tersebut.

Adapun sekitar tiga tahun setelahnya, diketahui aparat Babinsa pun sempat mengamankan sebuah senjata di area lokasi temuan bangkai pesawat tersebut.

Baca Juga: Intip Pembangunan Bandara Dhoho Kediri Jawa Timur yang Hampir Selesai, Siap Beroperasi Akhir Tahun Ini?

Penemuan menghebohkan di atas bukit dalam hutan Kalimantan Selatan ini ternyata sudah menjadi sorotan warga desa setempat sejak 1980-an.

Jika memang jatuhnya pesawat tempur tersebut berkaitan dengan peristiwa Perang Dunia II, dimungkinkan sejarah yang paling berkaitan dengannya adalah saat tahun 1945.

Daratan Kalimantan kala itu memang masuk ke dalam area pertempuran antara Jepang dan Amerika Serikat.

Adapun satu-satunya catatan yang terekam dalam laman The Bureau of Aircraft Accidents Archives, temuan bangkai pesawat tersebut dimungkinkan terjadi pada 14 Agustus 1945.

Lembaga arsip kecelakaan pesawat tersebut menyimpan jejak jadwal penerbangan pesawat jenis militer dengan nomor registrasi A47-37.

Disebutkan pula bahwa pesawat tempur dengan catatan penerbangan Balikpapan – Biak – Pitu tersebut diketahui jatuh di area gunung.

Namun hingga kini jejak bangkai pesawat kuno tersebut masih menjadi misteri bagi banyak pihak terutama warga Desa Bungkukan, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan.***

 

Rekomendasi