Miris! Seorang Remaja di Medan Alami Perundungan dan Sempat Diculik, Total Pembully Ada 20 Orang

inNalar.com – Viral beredar di media sosial sebuah foto seorang remaja yang mengalami perundungan dan sempat diculik.

Kabar seorang remaja yang telah mengalami perundungan dan sempat diculik  diungkapkan oleh akun Instagram kakak remaja tersebut yang bernama @anisamunawirohlbs.

Kejadian remaja yang telah mengalami perundungan dan sempat diculik itu terjadi pada Kamis, 23 November 2023.

Baca Juga: Kementerian Pertahanan Dapat Kado Perpres Terbaru dari Jokowi, PNS Jabatan Ini Diguyur Tunjangan hingga Rp1,3 Juta?

Hingga kemudian diperjelas atau diungkap kembali oleh Instagram @anisamunawirohlbs pada 25 November 2023 melalui fitur Instagram Story. 

Diketahui bahwa remaja tersebut mengalami perundungan dan sempat diculik  oleh sebuah komplotan yang bernama Parman.

Sementara itu, remaja yang telah mengalami perundungan dan sempat diculik  tersebut kini duduk di bangku SMA dan bersekolah di MAN 1 Medan.

Baca Juga: 2024 Rekening Gemuk! Segini Gaji Pensiunan Janda Duda PNS yang Meninggal, Bisa Capai Rp4,7 Juta?

Diketahui bahwa remaja tersebut diculik dari jam 10 pagi hingga jam 6 sore.

Komplotan pembully memaksa remaja tersebut untuk memakan lumpur, menghisap sandal, memakan daun dan ranting.

Baca Juga: Nyesek! Diajak Keluar Bilangnya Sakit, Pria Ini Pergoki Pacarnya Malah Jalan dengan Cowok Lain

Tak hanya itu, remaja tersebut juga disuruh untuk meminum air ludah para pembully.

Selain itu, remaja itu juga disiksa oleh komplotan Parman dimana ia ditendang, dipukul, dan tangannya dibakar dan diukir dengan api rokok, serta kunci yang telah dipanasi oleh api.

Diketahui pula bahwa jumlah total para pembully tersebut ada 20 orang.

Kini kondisi remaja tersebut sangat memprihatinkan dan tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Selain menderita luka fisik akibat perundungan, kondisi mental korban juga sangat buruk yang mana ia mengalami trauma berat.

Kejadian tersebut juga telah dilaporkan ke Polrestabes Medan dan telah diproses.

Adapun beberapa pelaku telah ditemukan dan beberapa lainnya masih dalam proses pencarian.

Pelaku utama dari perundungan ini merupakan mahasiswa UINSU jurusan Hukum Syariah.

Hingga kini pelaku utama masih dalam proses pencarian untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. ***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]