

InNalar.com – Indonesia digemparkan dengan kasus bullying yang terjadi berurutan akhir-akhir ini.
Bukan lagi bullying pada sesama teman, seorang murid bahkan berani membully dan memperlakukan buruk gurunya.
Akibat bullying, banyak korban yang tercatat sudah mengakhiri hidupnya. Bagi korban, ini adalah alternatif agar hati tidak merasa sakit lagi.
Kasus bullying yang terjadi di Cilacap belakangan ini mencuri perhatian warganet.
Pelaku adalah siswa yang masih duduk di bangku SMP. Siswa SMP tersebut membully korban dengan cara memukul dan menendangnya.
Pelaku bully yang berinisial K tersebut ternyata merupakan siswa yang nakal dan sudah beberapa kali pindah sekolah.
Baca Juga: Luas 37 Hektar, Bekas Tambang di Bangka Belitung Kini Malah Jadi Penangkaran Buaya, Mengapa?
Video bullying yang diabadikan membuat warganet miris. Sebagian warganet menganggap bahwa pelajar Indonesia mengalami krisis moral.
Perlu kita ketahui, dampak yang diakibatkan oleh kasus bullying sangatlah buruk terhadap kesehatan mental korban.
Dilansir oleh inNalar.com dari video YouTube yang diunggah oleh akun Kata Dokter, dr Lahargo Kembaren mengungkapkan apa saja dampak bullying:
1. Perubahan Psikologis Secara Drastis
Perubahan ini disebut juga sebagai fase akut yang terjadi selama 2-3 minggu sejak kejadian bullying.
Perubahan ini ditandai dengan timbulnya rasa cemas berlebih, takut, gemetar, dan menangis.
Korban yang mengalami fase perubahan akut juga bisa tiba-tiba berteriak pada malam hari, atau mengompol saat tidur.
2. Tubuh Terasa Tegang
Korban bullying akan merasa sangat tertekan dan tegang. Hal ini memicu rasa sakit dan pegal pada badan.
Korban bullying dapat merasakan pusing, diare, mual, dan otot yang menegang secara tiba-tiba.
Dampak secara fisik ini menyebabkan korban bullying tidak mau datang ke sekolah atau kampus.
3. Depresi
Setelah fase akut terlewati, namun tidak ada perubahan atau bimbingan oleh orang-orang terdekat, korban bullying dapat mengalami depresi.
Depresi menyebabkan fokus dan konsentrasi korban bullying terganggu.
Depresi juga dapat membuat siklus makan dan tidur korban bullying menjadi tidak teratur.
Yang paling parah, korban bullying dapat merasa tidak berguna, tidak memiliki harga diri, dan tidak punya masa depan yang cerah.
Ini yang paling dikhawatirkan. Jika generasi muda menderita depresi dan tidak mau memajukan diri, bagaimana masa depan nanti?
Demikianlah dampak buruk kasus bullying terhadap kesehatan mental korban. Semoga kita semua bisa mengambil pelajaran. ***