

inNalalar.com – Pembangunan di Sumatera Utara terus dilakukan oleh pemerintah provinsi setempat.
Salah satu pembangunan yang dilakukan oleh Pemprov Sumatera Utara adalah pembangunan jalan alternatif pada ruas Medan – Berastagi.
Masyarakat minta pembangunan jalan alternatif tersebut dapat selesai pada akhir tahun 2023.
Pembangunan tersebut terus menjadi perhatian dari Edy Rahmayadi selaku Gubernur Sumatera Utara.
Hal tersebut dibuktikan melalui kunjungan yang dilakukan Edy bersama Ketua DPRD Provinsi, Baskami Ginting.
Tidak hanya Ketua DPRD, peninjauan pembangunan jalan alternatif tersebut dilakukan juga oleh Cory Sriwaty Sebayang selaku Bupati Karo disertai wakil bupatinya.
Peninjauan juga dibersamai dengan hadirnya wakil ketua DPRD Kabupaten Karo yaitu Davit K Sitepu, Tokoh Pemuda Gembira Ginting serta Tokoh Agama dari Kabupaten Karo.
Edy menyampaikan bahwa dirinya berharap setelah pembangunan jalan tembus ke Kabupaten Karo dapat dilanjutkan pembangunan selanjutnya.
Jika jalan sudah tembus ke Kabupaten Karo maka akan dilakukan pengaspalan, pembangunan jembatan hingga pelebaran jalan yang ditujukan untuk kenyamanan bagi penggunanya.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Gubernur Sumatera Utara, saat melakukan peninjauan pembangunan jalan alternatif Medan – Berastagi, 3 September 2023.
Selain itu, melansir dari website resmi Pemerintah Kabupaten Karo, Edy menuturkan bahwa proyek tersebut dibangun dengan strategi multiyears.
Jalan alternatif di Sumatera Utara tersebut menggunakan anggaran yang telah ditetapkan dan termasuk dalam anggaran senilai Rp 2,7 triliun.
Anggaran tersebut tidak hanya digunakan untuk membangun jalan alternatif, akan tetapi untuk memperbaiki jalan provinsi hingga pembangunan jembatan.
Edy juga menuturkan bahwa pembangunan dengan anggaran strategi multiyears tersebut ditujukan semata-mata untuk kenyamanan rakyat.
Tidak hanya itu Edy mengharapkan dukungan dari semua pihak agar pembangunan jalan alternatif Medan – Berastagi dapat selesai dengan cepat.
Sependapat dengan Gubernur Sumatera Utara, Cory Sriwaty Sebayang Bupati Karo juga mengharapkan agar pembangunan jalan alternatif ini harus segera diselesaikan.
Sehingga masyarakat dapat mudah melakukan distribusi hasil pertanian dan perkebunan dengan waktu yang lebih singkat.
Selain itu, dampak dari pembangunan jalan alternatif Medan – Berastagi inu ditujukan juga untuk meningkatkan perekonomian melalui kunjungan pariwisata di Kabupaten Karo.
Dengan manfaat yang cukup besar, masyarakat meminta agar pemerintah segera menyelesaikan pembangunan jalan alternatif itu pada akhir tahun 2023.
Baskami Ginting, Ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara meminta agar masyarakat dapat bersabar untuk menantikan jalan alternatif di Sumatera Utara ini.
Sebab menurutnya, pihak kontraktor sudah berupaya untuk mengerjakan proyek ini hingga selesai.
Dirinya juga menambahkan bahwa kondisi jalan inu memerlukan adanya jembatan penghubung yang cukup panjang.
Selain itu, terdapat pula Medan yang yang cukup terjal, sehingga dirinya meminta masyarakat untuk bisa bersabar.
Baskami juga menuturkan bahwa Pemprov Sumatera Utara akan melakukan pembangunan dengan maksimal agar jalan tersebut dapat segera difungsikan.
Disampaikan jugabikeh Perwakilan dari PT SMJ yaitu Parlin Sihite bahwa pihaknya telah melakukan upaya semaksimal mungkin.
Pekerja telah bekerja siang dan malam agar nantinya jalan alternatif Medan – Berastagi dapat berfungsi dengan baik dan aman bagi penggunanya.
Total jalur alternatif via Kutamaru ini memiliki panjang sekitar 55,87 kilometer.
Sedangkan untuk jalur utama yang masuk dalam jalur nasional ruas Medan – Berastagi memiliki panjang 76 kilometer.
Sehingga dengan melintasi jalur alternatif dapat memangkas waktu tempuh dan mengurai kemacetan di jalur utama ruas Medan – Berastagi di Sumatera Utara.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi