

inNalar.com – Para warga Indonesia pasti tahu jika negara merah putih ini kaya akan sumber alamnya, yang salah satunya adalah pemandian mata air alami.
Tidak ketinggalan, provinsi Lampung juga memiliki pemandian mata air alami.
Bahkan mata air alami di Lampung ini dikatakan sebagai pemandian Janda dan sudah diresmikan oleh pemerintah setempat.
Baca Juga: Wow! Ada Nama Bengkulu di Negara Berlambang Singa Ini, Bisa Tebak Fungsinya?
Terletak di desa wisata Sungai Langka Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran, Lampung, diketahui jika mata air ini mengalir cukup deras, dan dahulu juga digunakan untuk mandi ataupun memenuhi kebutuhan air warga setempat.
Tapi apakah pemandian Janda di Lampung itu memang hanya digunakan oleh para Janda?
Untuk mengetahui hal tersebut, kita harus tahu terlebih dahulu dari sejarah terciptanya dinamakan pemandian Janda.
Baca Juga: Wow! Ada Nama Bengkulu di Negara Berlambang Singa Ini, Bisa Tebak Fungsinya?
Sekedar informasi, bahkan bupati Pesawaran juga tertarik hingga mengunjungi pemandian Janda di Lampung tersebut loh.
Nama dari pemandian Janda di Lampung itu bermula pada jaman dahulu, tepatnya dimasa penjajahan kolonial Belanda.
Karena sumber utama dari mata air pemandian Janda itu berbentuk layaknya sungai, maka kala itu aliran mata air ini digunakan bagi para bangsawan Belanda untuk mandi.
Baca Juga: Bandar Udara Rp 320 Miliar Besutan Jokowi Ini Berada di Ujung Pulau Sulawesi Utara: Sepi Penerbangan
Kemudian terdapat salah satu pangeran dari Belanda yang lelah, lalu berniat untuk mengistirahatkan dirinya di sumber mata air alami itu.
Di tengah mendatangi pemandian sumber mata air alami itu, sang Pangeran tanpa sengaja bertemu dengan seorang gadis berparas ayu.
Dimulai dari situlah kisah cinta antara dua orang yang berbeda kasta dimulai.
Sayangnya, kisah cinta mereka berdua harus berakhir dengan diusirnya kolonial Belanda oleh warga sekitar atas penjajahan yang telah mereka perbuat.
Ironisnya, gadis berparas cantik itu tetap menunggu sang Pangeran datang tepat di tempat pertemuan mereka, yaitu di sumber mata air yang dijadikan pemandian para kolonial Belanda.
Semakin berlalunya waktu, karena tertarik dengan melakukan pemanfaatan keindahan sumber mata air pemandian Janda, akhirnya PLN UID Lampung memberikan bantuan dalam melestarikan pemandian Janda di Lampung.
Adapun progam yang dilakukan PLN adalah Corporate Social Responsibility (CSR), agar kisah serta peninggalan jaman kolonial Belanda ini dapat dilestarikan secara baik.
Setelah melakukan rehab pada daerah sumber mata air pemandian Janda, akhirnya Dendi Romadhona sebagai Bupati Kabupaten Pesawaran melakukan peresmian pada tempat tersebut.
Saat melakukan peresmian, maka sumber mata air sekaligus desa wisata itu resmi dinamakan sebagai pemandian Pekon Janda, (Peninggalan Kolonial Jaman Belanda).
Nah itulah ulasan dari pemandian Janda. Jadi pemandian Janda merupakan suatu singkatan, sedangkan Bupati setempat hanya datang untuk melakukan peresmian pada desa wisata Sungai Langka Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran, Lampung.
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi