

inNalar.com – Daerah Kayutangan, Malang, Jawa Timur kini berubah bak Malioboro di Yogyakarta ataupun Braga di Bandung.
Dengan view jalanan yang indah dan berbagai toko unik dilengkapi lampu aesthetic di pinggirnya, daerah Kayutangan dikenal sebagai Malang Heritage.
Selama masa pembangunan Malang Heritage yang membuat masyarakat ramai akan bagaimana perubahan wilayah Kayutangan tersebut, terdapat penemuan situs yang tidak kalah mengejutkan.
Baca Juga: Masjid di Jawa Tengah Ini Berbentuk Seperti Kapal Nabi Nuh, Lokasinya 25 Km dari Venetia van Java
Ditemukan sebuah rel kereta api di Malang Heritage yang diduga sudah ada atau dibangun sejak tahun 1903 pada jaman kolonial Belanda.
Rel kereta api yang ditemukan di Malang, Jawa Timur tersebut bagian besinya sudah terlihat berkarat serta kayu penyangga yang sudah lapuk.
Penemuan rel kereta api di tengah Kota Malang tidak dilakukan secara sengaja. Situs kuno tersebut ditemukan ketika proses pengerukan tanah.
Proses pengerukan dilakukan untuk mengganti aspal jalan dengan bantuan andesit bermotif seperti Malioboro di Yogyakarta.
Ketika melakukan pengerukan, di temukanlah rel kereta api dengan panjang 85 kilometer dengan tujuan akhir adalah Kota Surabaya.
Rel kereta api yang telah ada sejak abad ke-19 tersebut digunakan sebagai rel kereta penumpang dan pengangkut sayur hingga buah-buahan stoomtram maskapai.
Stoomtram maskapai sendiri merupakan sebuah perusahaan KAI milik Belanda yang sudah beroperasi sejak tahun 1903 hingga kemerdekaan Indonesia.
Jalur rel kereta api yang ditemukan di Malang Heritage, Jawa Timur ini beroperasi dari Kabupaten Malang hingga Surabaya dengan melintasi Stasiun Jagalan dan Blimbing.
Setelah ditemukan, rel kereta api yang sudah berusia 120 tahun ini tidak dibongkar, namun ditutup dengan aspal.
Daerah di sekitar rel kereta api ditandai dengan batu andesit untuk mengingatkan kepada warga sekitar ataupun wisatawan akan pernah ditemukannya rel kereta api di tengah Malang Heritage.
Rel kereta api yang ditemukan di tengah wilayah Kayutangan, Malang ini menjadi salah satu alat angkut terpanjang pada jaman kolonial Belanda.
Saat ini, Kayutangan sudah berubah menjadi destinasi wisata yang indah dan disebut sebagai Malang Heritage, Jawa Timur.***