

inNalar.com – Tidak seperti Pulau Jawa, Papua memiliki medan esktrem yang membuat penduduknya susah untuk bertransportasi.
Hal inilah yang membuat pemerintah membangun Jalan Trans di Papua dengan panjang mencapai 4.325 kilometer, 4 kali lipat lebih panjang dari jarak Jakarta dan Surabaya.
Selain karena alasan untuk memudahkan transportasi, pembangunan Jalan Trans di Papua ini menjadikan jalan tersebut bertujuan untuk mengurangi biaya distribusi barang di wilayah paling timur Indonesia.
Baca Juga: Jadi Sup Terenak di Dunia, Makanan dari Jawa Timur Ini Bikin Heran Karena Punya Kuah Warna Hitam
Hal ini dikarenakan kondisi kebutuhan dan biaya hidup di Papua yang lebih tinggi dibandingkan daerah lainnya.
Jalan nasional ini sendiri dirancang dan membentang dari Papua Barat Daya, yaitu Kota Sorong, hingga Merauke yang berada di Papua Selatan.
Pengendara yang melewati jalan ini akan disuguhkan pemandangan cantik, seperti laut biru dan juga gunung-gunung asri di samping jalan.
Baca Juga: Jadi Kota Terkaya di Indonesia, Kediri Bangun Bandara Internasional Senilai Rp 10 Triliun Tanpa APBN
Pembangunan Jalan Trans-Papua ini dimulai sejak era pemerintahan Presiden Suharto pada awal 1980-an, dan diteruskan hingga saat ini.
Fokus pembangunan infrastruktur di Papua adalah untuk mengurangi kesenjangan pendapatan dan menurunkan harga barang di masing-masing wilayah.
Jalan ini terhubung dari Kota Jayapura ke 8 Kabupaten lain yang berlokasi di daerah Pegunungan Papua.
Baca Juga: 5 Fakta Menarik Film Oppenheimer yang Segera Tayang di Seluruh Bioskop Indonesia
Harapannya, pembangunan Trans-Papua dapat membantu memperbaiki kondisi infrastruktur di daerah tersebut.
Diketahui, pembangunan berlangsung dengan anggaran dari pemerintah sebanyak 3,8 triliun Rupiah.
Pada tahun 2015, pemerintah membangun 169 km jalan baru di Papua, dan pada 2016, dibangun 231,27 km jalan baru.
Pada Februari 2017, sekitar 3.851,93 km Jalan Trans-Papua yang dirancang sejak kepempimpinan Presiden ketiga Indonesia B.J Habibie, telah berhasil dibangun.
Pada Maret 2017, sekitar 3.850 km ruas jalan telah selesai dibangun, dan proyek ini awalnya diharapkan selesai pada tahun 2018. Namun tertunda karena konflik bersenjata.
Pembangunan jalan trans Papua ini masih berlangsung hingga saat ini, dan warga sekitar antusias untuk menggunakan jalan setelah proyek rampung.***