

inNalar.com – Bendungan Gajah Mungkur merupakan salah satu bendungan terbesar di Indonesia yang terletak di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.
Bendungan Gajah Mungkur Jawa Tengah diketahui dibuat guna membendung aliran sungai terpanjang di Pulau Jawa, yakni Bengawan Solo.
Karena letaknya yang berada di dekat pegunungan Gajah Mungkur Jawa Tengah, menjadikan nama pegunungan tersebut disematkan pada Bendungan tersebut.
Baca Juga: Miliki Luas 6,3 Ha, Kolam Renang di Kepulauan Riau Ini Jadi yang Terbesar se-Asia Tenggara
Luas daerah tangkapan air Bendungan Gajah Mungkur Jawa Tengah mencapai 1350 km, dengan pintu masuk melalui beberapa sungai-sungai besar
Diantara sungai-sungai tersebut adalah, Bengawan Solo, Sungai Kanduang, Sungai Tirtomoyo, Sungai parangjoho, Sungai Temon, dan Sungai Posong.
Luas genangan maksimum Bendungan Gajah Mungkur Jawa Tengah adalah 8.800 hektar yang mencakup tujuh kecamatan.
Baca Juga: Mirip Istana Kepresidenan, Tarif Sekolah Elit di Jember Ini Capai Rp 20 Juta untuk Daftar
Diantara tujuh kecamatan tersebut yaitu, Kecamatan Wonogiri, Kecamatan Ngadirejo, Kecamatan Nguntoronadi, Kecamatan Baturetno, Kecamatan giriwoyo, Kecamatan Eromoko, dan Kecamatan Wuryantoro.
Direncanakan pembangunannya sejak 1964, Bendungan Gajah Mungkur di Jawa Tengah berguna sebagai pengendali banjir di wilayah sungai Bengawan Solo.
Kemudian rencana induk pembangunannya dirumuskan pada tahun 1972 sampai 1974 dengan bantuan Nippon Koei asal Japan.
Baca Juga: Bukan di Arab Saudi! Inilah Masjid Termegah yang ada di Indonesia, Berada di Bawah Tanah
Lalu Bendungan terbesar di Jawa Tengah tersebut mulai dibangun pada akhir tahun 1976 sampai 1981 dan mulai beroperasi pada tahun 1982.
Dikerjakan lebih dari 2.500 pekerja dan 35 konsultan, Bendungan Gajah Mungkur Jawa Tengah dibangun dengan sistem swakelola.
Kelamnya, untuk pembangunan bendungan terbesar di Jawa Tengah tersebut harus menenggelamkan 51 desa di 6 Kecamatan, sehingga pemerintah memindahkan 67.515 jiwa penduduk yang tergusur rumahnya.
Salah satu uapaya Pemerintah dalam menanggulanginya yaitu dengan melakukan transmigrasi warga pada tahun 1976 ke provinsi Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, dan Sumatera Selatan.
Dikelola oleh anak perusahaan PLN, Bendungan Gajah Mungkur Jawa Tengah diperkirakan dapat menghasilkan listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Air sebesar 12,4 MW.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi