

inNalar.com – Beragam desa di Sulawesi Utara memiliki keindahan alamnya yang khas, salah satunya yang ada di Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara.
Jaraknya yang sangat terjangkau dari Bandara Sam Ratulangi Manado, yakni sekitar 40 menit, membuat kampung ini jadi destinasi desa wisata terpopuler di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara.
Desa Wisata Budo memiliki potensi alam yang melimpah, terutama hutan mangrove seluas 30 hektare yang siap dijelajahi wisatawan yang berkunjung ke sana.
Baca Juga: Luasnya 4,9 Hektar, Kantor Kejaksaan Kalimantan Utara akan Dibangun di Tanjung Selor, Kapan Jadi?
Akses Menuju Desa Wisata
Apabila wisatawan berasal dari luar Kota Manado dan Kabupaten Minahasa Utara, maka titik awalnya bisa berpatokan dari Bandara Sam Ratulangi.
Dari titik awal tersebut, waktu tempuh menuju Desa Wisata Budo ini kira-kira 40 menit atau jaraknya sekitar 17,5 kilo meter melalui perjalanan darat.
Adapun jika wisatawan berangkat dari pusat Kota Manado, waktu tempuh menuju desa eksotis ini kira-kira butuh 50 menit atau jaraknya 22,8 kilo meter melalui jalur darat.
Daya Tarik Desa Wisata Budo dan Aktivitasnya
Desa ini masih dilingkupi dengan keaslian alamnya dan juga terdapat alam buatan yang semakin mempercantik panorama kampung ini.
Berkeliling di kawasan hutan mangrove seluas 30 hektare menjadi aktivitas andalan utama desa wisata yang satu ini.
Posisinya yang berada di pinggiran laut, semakin membuat lintasan alam yang bakal dijelajahi wisatawan sarat akan pemandangan bentangan air yang luas hingga batas cakrawala.
Baca Juga: Kebakaran Rumah di Sunter Jakarta Utara, Satu Keluarga Tewas Akibat Kejadian Ini. Apa Penyebabnya?
Adapun paket wisata edukasi yang sudah meliputi fasilitas snack ini ditawarkan oleh Desa Wisata Budo ini harganya mulai dari Rp 150.000 per orang.
Lorong jembatan warna – warni yang membelah hutan mangrove tersebut jadi spot foto estetik buat abadikan momen bersama keluarga atau sahabat.
Jika sudah sampai di desa wisata terpopuler di Kabupaten Minahasa Utara ini jangan lewatkan kerajinan khas Desa Budo.
Pasalnya kerajinan tersebut dibuat dari rumput liar yang dianyam menjadi sebuah mahakarya penduduk lokal.
Kerajinan ini cocok banget buat jadi souvenir penanda wisatawan telah menjelajahi desa yang satu ini.
Ragam souvenir yang bisa diburu mulai dari gelang, tas, anting, hingga kalung bisa ditemukan di desa yang satu ini.
Selain itu, Desa yang ada di Sulawesi Utara ini memiliki tarian Kabasaran yang menjadi ikon khas Desa Budo.
Tak hanya itu, Tari Masamper pun juga menjadi ikon khas Desa Budo yang menyimpan nilai religius bersejarah yang bermakna nasionalisme kepada tanah air.
Desa wisata Budo pun memiliki sejumlah home stay yang bisa bikin wisatawan bisa lebih puas lagi menikmati hari di tengah keindahan alam desa tersebut.
Harganya pun sangat terjangkau, mulai dari Rp150.000 per malam saja, wisatawan dapat puas seharian beristirahat sembari menikmati alam mangrove dan lautan luas mempesona.
Jadi, selain wisata mangrove yang tak boleh dilewatkan untuk menikmati pesona alam di pinggiran laut Minahasa Utara, wisatawam juga memiliki sederetan aktivitas lainnya yang tidak kalah menariknya.***