Miliki 5000 Ha Lahan Perkebunan, Pabrik Gula Terbesar di NTB Ini Terancam Kehilangan Pendapatan Rp113,4 Miliar, Kok Bisa?

inNalar.com – Nusa Tenggara Barat merupakan sebuah daerah yang bisa dibilang cukup maju tingkat perekonomiannya.

Hal tersebut dapat dibuktikan dengan banyaknya pabrik manufaktur yang berdiri di NTB.

Salah satu pabrik manufaktur di NTB ini bergerak di pengolahan gula.

Baca Juga: Baru Beroperasi 85 Hari, PT Pertamina Temukan 2 Sumber Migas Baru di Jawa Barat, Dorong Target Produksi Gas 12 Miliar BSCFD per Hari

Pabrik gula terbesar yang ada di provinsi tersebut dibawah naungan PT Sukses Mantap Sejahtera.

Lokasi dari tempat pengolahan gula ini berada di Upt Nangakara, Desa Doropeti, Pekat, Upt Nangakara, Dompu, Kabupaten Dompu, NTB.

Dilansir inNalar.com dari smasagro.com, PT SMS merupakan perusahaan perkebunan tebu dan produsen gula yang merupakan bagian dari Samora Group.

Baca Juga: Utang Usaha Meroket 350 Persen Lebih, Perusahaan Tambang di Maluku Utara Ini Berani Akuisisi Emiten Nikel Senilai Rp1,09 Triliun

Korporasi ini memiliki luas lahan inti lebih dari lima ribu hektar.

Selain itu, mereka memiliki program untuk memberdayakan masyarakat setmpat dengan memberikan pelatihan dan pengetahuan.

Hal tersebut dikarenakan kebanyakan dari mereka merupakan mitra bagi PT SMS guna mendukung ketersediaan tebu untuk stabilitas proses produksi.

Baca Juga: Shopee Live dan Shopee Video Jadi Fitur Favorit Pengguna-Penjual di Shopee 12.12 Birthday Sale

Baru-baru ini beredar kabar bahwa PT Sukses Mantap Sejahtera menghentikan sementara produksi gula pasir.

Diperkirakan penghentian produksi tersebut dilakukan paling singkat tiga bulan dan paling lambat lima bulan.

Situasi tersebut sangat disayangkan karena kini harga gula sedang naik dan bisa mendatangkan keuntungan.

Baca Juga: Serap Investasi Rp150 Triliun! Maluku Utara Dinobatkan Jadi Provinsi Paling Bahagia, Tapi Kemiskinannya…

Pengentian produksi dilakukan imbas dari kerugian besar yang diderita oleh perusahaan.

Diperkirakan kerugian yang mengancam PT SMS ini mencapai Rp113,4 miliar.

Kerugian tersebut diakibatkan dari tebu yang ditanam sendiri oleh perusahaan gagal panen karena gangguan ternak sapi yang dilepas liarkan di savana Gunung Tambora.***

 

Rekomendasi