Miliki 5 Terowongan Gajah! Ternyata Jalan Tol Trans Sumatera Sepanjang 2987 Km Dibangun Untuk Hewan, Benarkah?

inNalar.com – Dengan diadakannya jalan tol trans Sumatera, tentu akan ada habitat hewan di Sumatera yang akan terganggu.

Salah satu hwan yang terganggu dengan adanya proyek tersebut adalah Gajah Sumatera.

Dengan begitu, maka pemerintah mengatasinya dengan menciptakan terwongan yang nantinya akan digunakan para gajah Sumatera untuk melintas.

Baca Juga: Bikin Waktu Tempuh Surabaya – Malang Hanya 1 Jam, Jalan Tol Sepanjang 38,5 KM Ini Jadi Alternatif Terbaik?

Jadi bagi para pengunjung yang tengah melintasi jalan tol trans Sumatera, bisa saja justru menyaksikan para gajah Sumatera yang lewat.

Diketahui jika jalan tol trans Sumatera merupakan jalur yang menghubungkan dari Lampung hingga Aceh, dengan panjang 2.987 km.

Bahkan di dalam jalan tol tersebut dikatakan memiliki terowongan yang digunakan untuk gajah hingga beruang.

Baca Juga: Jalan Tol Senilai Rp 6,3 Triliun di Pasuruan-Probolinggo Jawa Timur Ini Terbentang Sepanjang 43,75 Kilometer

Adapun jalan tol trans Sumatera yang dimaksud adalah jalan tol ruas Pekanbaru-Dumai.

Meskipun jalan tol tersebut cukup panjang, karena memliki panjang 131 Km.

Dengan diadakannya ruas tol Pekanbaru-Dumai, dipercaya mampu meningkatkan konektivitas di daerah antara kawasan kota pelabuhan dengan industri perminyakan dan agrobisnis.

Baca Juga: 7 Drama Korea yang Tayang September 2023, Tanpa Song Joong Ki di Arthdal Chronicles: The Sword Of Aramoon

Dilansir Innalar.com dari bpjt.pu.go.id, pembangunan jalan tol Pekanbaru-Dumai ini memiliki 5 terowongan yang dipergunakan untuk gajah melintas.

Tentu jalan tol Pekanbaru-Dumai ini cukuplah unik, biaya pembangunannyapun cukup fantastis.

Karena anggaran yang dikeluarkan pemerintah dalam membangun jalan tol Pekanbaru-Dumai ini membutuhkan Rp. 16,21 triliun.

Dijelaskan oleh menteri PUPR, 5 terowongan yang ada pada jalan tol ini digunakan untuk para satwa gajah dan beruang melintas.

Karena pada daerah itu terdapat habitat asli para hewan tersebut, khususnya pada seksi empat ruas Kandis Utara-Duri Selatan.***

 

 

Rekomendasi