Meski Korup, Karen Agustiawan Sempat Bawa Pertamina Raup Pendapatan Rp743,11 Triliun


inNalar.com –
Karen Agustiawan, eks Dirut Pertamina, ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan korupsi pengadaan LNG pada Selasa, 19 September 2023.

Atas dugaan kasus korupsi pengadaan gas alam cair atau LNG ini, Karen Agustiawan tercatat telah merugikan negara sebesar Rp 1,2 triliun.

Meski begitu, ternyata Karen Agustiawan, eks Dirut Pertamina sempat melambungkan pendapatan Pertamina pada tahun 2013.

Baca Juga: Ini Duduk Perkara Karen Agustiawan, Eks Dirut Pertamina yang Korupsi LNG dan Rugikan Negara

Terbukti, Karen Agustiawan berhasil membuat Pertamina mencatatkan pendapatannya hingga USD 71,1 miliar atau setara dengan Rp743,11 triliun.

Dilansir dari laman resmi Pertamina, pencatatan pendapatan pada tahun 2013 tersebut merupakan penerimaan tertinggi dalam sejarah.

Pendapatan yang diraih oleh Pertamina di bawah kepemimpinan Karen Agustiawan disebut jauh melampaui pendapatan pada tahun 2008.

Baca Juga: Sempat Jadi Pebisnis Terkuat di Asia, Karen Agustiawan Eks Dirut Pertamina Korupsi Rp2,1 Triliun

Dilansir dari Annual Report Pertamina 2008, penerimaan perusahaan Pertamina di bawah kepemimpinan eks Dirut Pertamina, Ari Soemarmo sebesar Rp558,16 triliun.

Terlihat pendapatan yang diraih pada masa Eks Dirut Pertamina periode 2009 – 2014 tersebut menjabat mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Artinya, tercatat pendapatan perusahaan BUMN yang bergerak di bidang minyak dan gas ini meningkat dari tahun 2008 menuju 2013 sebesar Rp419 triliun.

Baca Juga: Menjalari Pengairan Irigasi di Lampung, Bendungan Margatiga Senilai Rp871 Miliar Akan Segera Impounding

Meski kasus dugaan korupsi pengadaan LNG semakin mencuat belakangan, tidak dapat dipungkiri sederetan pencapaian Karen Agustiawan tersebut selama memimpin Pertamina.

Setelah mencetak laba terbesar sebesar Rp 32 triliun, Karen Agustiawan juga diketahui berhasil membawa Pertamina untuk pertama kalinya masuk jajaran 500 perusahaan besar dan berpengaruh di tingkat global.

Pertamina menduduki peringkat 122 di antara 500 perusahaan besar dunia lainnya.

Dengan perolehan pendapatan terbesar di sepanjang sejarah Pertamina tersebut, perusahaan migas BUMN ini pun tercatat telah sukses mengambil alih aset migas blok 405a milik Algeria.

Selain itu, akuisisi aset migas juga dilakukan pada lapangan West Qurna-1 milik Irak dan juga blok milik dalam negeri.

Sebagai informasi, proyek pengadaan Liquefied Natural Gas atau LNG ini dimulai sejak tahun 2012 yang dimaksudkan sebagai upaya Pertamina dalam mengatasi kondisi kelangkaan gas di Indonesia.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]