

InNalar.com – Presiden Kedua Republik Indonesia, Soeharto mempunyai beragam kontroversi hingga sekarang.
Salah satunya, Soeharto dicap sebagai seorang diktator. Menurut KBBI, diktator berarti kepala negara yang memiliki kekuasaan mutlak, biasanya suka bertindak dengan kekerasan dan tidak demokratis.
Soeharto sendiri dinilai diktator karena kepemimpinannya yang brutal dan penuh korupsi pada abad ke 20.
Bahkan, karena Soeharto memegang kekuasaan tertinggi di negara. Ia diduga mengendalikan perusahaan negara, menerima suap, hingga melanggar Hak Asasi Manusia.
Bahkan, pengunduran Soeharto pada tahun 1998 disinyalir karena adanya kerusuhan massal, kelumpuhan ekonomi hingga terganggunya stabilitas politik di Indonesia.
Meski demikian, selama kepemimpinan Soeharto telah menorehkan segudang prestasi Indonesia. Hingga, Soeharto dinobatkan sebagai Bapak Pembangunan.
Pemberian julukan tersebut bukan tanpa alasan, berbagai pembangunan dari segala sektor baik pertanian, kependudukan, hingga pendidikan dilakukan secara merata.
Adapun beberapa prestasi yang ditorehkan semasa kepemimpinan Soeharto sebagai berikut.
1. Health for All Golden Medal Award
Pembangunan sektor kesehatan Era Soeharto, tidak diragukan lagi. Terlihat dari penghargaan The Health for All yang diberikan kepada presiden Kedua Indonesia ini.
Penghargaan tersebut diberikan oleh WHO. Sebuah organisasi kesehatan dunia.
The Health For All sendiri diberikan kepada Soeharto karena berhasil melakukan pemerataan kesehatan terhadap masyarakat.
Di mana, saat itu Soeharto mencanangkan program imunasi yang berdampak terhadap penurunan angka kematian bayi.
Selain itu, berhasil Soeharto membuat Posyandu sejumlah 200.000 unit dari 65.517 desa di Indonesia, pada tahun 1984.
Ada juga perhatian terhadap kondisi gizi pada tahun 1989, dengan melakukan perbaikan gizi, dan masih banyak lagi beberapa program dan kebijakan lainnya.
2. The Aviccena Award UNESCO
Penghargaan selanjutnya dari bidang kependidikan. Di mana, Soeharto menerima The Avicenna Award dari UNESCO pada tahun 1993.
Penghargaan tersebut diberikan karena Indonesia dinilai berhasil dalam menyelenggarakan pendidikan.
Salah satunya, saat Soeharto berupaya melakukan pemerataan pendidikan di seluruh wilayah Indonesia melalui Inpres no 10 tahun 1973.
Pada awal Pelita 4 Soeharto berhasil membangun 150.000 unit gedung Sd dan 20.000 unit untuk gedung SMP.
Bahkan, Soeharto juga berhasil menurunkan jumlah angka buta aksara masyarakat Indonesia pada waktu itu.
3. The Population Award UNPA
Selanjutnya ada penghargaan yang diberikan UNPA, dalam bidang kependudukan yang diberikan pada Juni 1989 lalu.
Kebijakan Soeharto terkait Keluarga Berenca (KB) berhasil menekan laju pertumbuhan penduduk mencapai 1,97 persen pada tahun 1980.
Adanya KB tersebul berhasil meningkatkan kesejahteraan rakyat, sekaligus memperbaiki kualitas hidup masyarakat.
Baca Juga: Terjadinya Malari Hingga Singkirkan Kawan, Benarkah Soeharto Hilangkan Pesaing untuk Tetap Berkuasa?
4. Medali Swasembada Beras FAO
Terakhir, ada penghargaan dari FAO suatu organisasi pangan dan pertanian dunia, yang diberikan pada Juli tahun 1986 di Jakarta.
Penghargaan tersebut diberikan karena Soeharto berhasil melakukan swasembada pangan di Indonesia.
Pada tahun 1984 petani Indonesia berhasil melakukan produksi beras hingga 27 juta ton.
Bahkan, pada tahun 1985 Soeharto yang menghadiri acara FAO di Roma tersebut, menyumbangkan 100.000 ton padi untuk korban kelaparan di Afrika.***