Merayakan Idul Adha Di Hari yang Berbeda? Ini Cara Penyembelihan Hewan Kurban Jika Hari Raya Berbeda

inNalar.com – Menjelang hari raya idul adha, pasti akan ada hewan qurban. Namun di tahun ini, ada perbedaan hari antara Muhammadiyah dan NU tentang hari perayaan idul adha.

Jika seperti itu bagaimana dengan hewan sembelihan nanti? Apakah sembelihan qurban akan dirayakan sesuai hari raya masing-masing atau bagaimana?

Berikut penjelasannya tentang perbedaan hari raya idul adha Muhammadiyah dengan NU, dan apa yang harus dilakukan tentang sembelihan qurban.

Pernah terdapat pertanyaan mengenai hal tersebut. Yaitu bagaimana jika penyembelihan hewan kurban dilakukan sebelum melaksanakan salat id. Dan saat itu dijawab oleh Fuad Zein selaku Ketua Divisi Fatwa Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.

Baca Juga: Panji Gumilang: Al Quran Bukan Firman Allah, Tapi Hanya Karangan Nabi Muhammad SAW

Saat itu, yang sedang diadakannya seminar idul adha, maka Fuad menjawab jika ketentuan dalam penyembelihan hewan kurban harus dilakukan setelah dilakukannya shalat ied. Karena orang yang melakukan penyembelihan hewan kurban sebelum salat ied, maka menjadikan kurbannya tersebut tidak sah.

Berdasarkan jawaban diatas, maka harus juga ada dasarnya. Terdapat hadits riwayat Bukhari yang menjelaskan tentang hal penyembelihan tersebut.

Adapun hadits tersebut, kurang lebih isinya disebutkan: “Wahai Rasulullah, aku telah menyembelih kambingku sebelum melaksanakan shalat Idul Adha. Aku tahu jika hari itu merupakan hari untuk makan dan minum. Aku merasa senang jika kambingku merupakan binatang yang pertama kali disembelih di rumahku. Jadi karena itu, aku menyembelihnya dan sarapanlah aku dengannya sebelum shalat Idul Adha.” Dan Rasulullah menjawab: Kambingmu hanyalah menjadi kambing biasa (akan tetapi bukan kambing kurban). (HR. Bukhari no. 955).

Baca Juga: Hasil Taipei Open 2023: Chico Tumbangkan Wakil Tuan Rumah, Gelar Juara Berhasil Digenggam

Jadi dari hadits tersebut bisa disimpulkan jika salah satu tuntunan hewan menjadi qurban adalah setelah dialkukannya shalat ied. Atau waktu setelah dilakukannya shalat ied. Dan hal hal tersebut juga dikuatkan lagi oleh hadits lain.

Pada hadits lain yang menguatkan hadits sebelumnya menyebutkan, Barang siapa yang melakukan penyembelihan sebelum shalat ied, hendaklah ia mengulanginya. Dan bagi yang belum menyembelih, hendaklah ia melakukan penyembelihan dengan menyebut bismillah. (HR. Bukhari no. 7400 dan Muslim no. 1960).

Dari kedua hadits diatas maka semakin yakin, jika memang penyembelihan hewan qurban harus dilakukan setelah dilakukannya shalat ied. Jadi meskipun ada perbedaan waktu hari raya di Indonesia antara Muhammadiyah dan NU, maka itu bukan jadi suatu permasalahan.

Baca Juga: Fantastis! Kepala Dinas di Jakarta Pusat Ini Punya Aset Rumah dan Tanah, Hampir Rp.7 Miliar!

Karena hal yang penting adalah mengikuti cara dari syariat dalam menjalankan sesuatu. Jadi bukan dari masalah perbedaan hari, namun yang harus diikuti adalah cara syariat itu dilakukan sesuati tuntunan yang ada.

Lalu bagaimana dengan penyembelihan hewan dan dilakukan di hari selanjutnya? Hal tersebut juga diperbolehkan dan masih menjadi hewan qurban.

Karena dilakukannya penyembelihan hewan qurban adalah selama tanggal 10, 11, 12,dan 13 Dzulhijjah.

Selain itu, untuk menguatkan waktu penyembelihan hewan qurban, ada juga sabda dari Rasulullah yang berbunyi, semua Mina merupakan tempat untuk menyembelih (hadyu) dan pada semua hari tasyrik merupakan waktu untuk menyembelih.

Baca Juga: Soal Wanita Sejajar dengan Laki-Laki saat Sholat, Alumni Al Zaytun Ini Sebut Itu Bukan Aliran Sesat

Maksud dari itu adalah jika pihak orang yang berkurban mengikuti dengan ketetapan hari raya Idul adha pihak lain yang berbeda dengan masjid sekitar, maka ambillah ketetapan waktu yang menyesuaikan dengan 10 Hijriahnya pihak yang berkurban (mudlahhi). Maksud dari mudlahhi adalah kedudukan dari Panitia kurban.

Nah itulah yang harus dilakukan jika mengalami perbedaan hari raya idul adha, dan bagaimana cara melakukan penyembelihannya. Jadi meskipun berbeda, janganlah dibuat perkara. Karena cinta ada dari adanya perbedaan.

*** Alma Malik Dewantara

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]