Menumpang Kapal Kayu, Ratusan Pengungsi Rohingya Kembali Terdampar di Pulau Sabang, Warganet: Pemerintahnya Kemana?

inNalar.com – Beberapa hari yang lalu, sosial media dihebohkan mengenai berita kedatangan pengungsi Rohingya.

Pengungsi Rohingya tersebut terdampar di Aceh dan jumlahnya ratusan.

Pada 2 Desember 2023, ratusan pengungsi Rohingya kembali terdampar di wilayah Indonesia.

Tepatnya, ratusan pengungsi Rohingya tersebut mendarat di Pulau Sabang.

Baca Juga: UPDATE! Jumlah Korban Erupsi Gunung Marapi Bertambah, Total Telah Mencapai 23 Orang Tewas, 11 Diantaranya Telah Diidentifikasi

Adapun video kedatangan pengungsi Rohingya di Pulau Sabang itu tersebar di sosial media.

Video mengenai kedatangan pengungsi Rohingya itu diunggah di akun instagram @sedangrame.

Diketahui bahwa para pengungsi Rohingya itu mendarat di Pulau Sabang menggunakan kapal Kayu.

Dalam video tersebut terdapat sekitar ratusan pengungsi Rohingya yang beristirahat di pinggir pantai.

Baca Juga: Penuh Keseruan! Si Cantik Marsha dan Muthe JKT48 Bikin Heboh Sesi Shopee Live Streaming!

Adapun sekitar puluhan anak kecil juga ada pada rombongan tersebut.

Mereka menggelar alas di pinggir pantai dan istirahat di sana dengan banyak barang yang mereka bawa.

Video tersebut tentunya mendapat reaksi negatif dari warganet.

Bahkan, ada pula warganet yang mempertanyakan kemana TNI AL yang bertugas mengamankan negara dari pihak luar.

Baca Juga: UPDATE! Israel Makin Intens Serang Gaza Selatan Usai Serukan Evakuasi

“TNI AL ngapain kerjanya?” tulis komentar akun @ipw_hnm.

“Ini pemerintahnya pada kemana sih? Pada ngapain aja? Kenapa gak ada tindakan apa-apa?” tulis komentar akun @viovio9651.

“Udah lah jangan diterima, udah parah ini Rohingya. Meresahkan!” tulis komentar akun @janne_matcha.

Gelombang susulan pengungsi Rohingya di Aceh tersebut bahkan juga mendapatkan sorotan dari media Singapura, The Straits Times.

Baca Juga: Capai Rp30 Juta Per Bulan, Segini Tukin ASN di Lingkungan Kementerian Perhubungan

Eksodus pengungsi Rohingya sejak November lalu memang menjadi yang terbesar sejak tahun 2015 silam.

Disebutkan, masih ada 2 kapal Rohingya lagi yang masih terkatung-katung di Laut Andaman.

UNHCR memperkirakan ada sekira 400 orang di dua kapal tersebut yang kemungkinan akan mendarat. ***

Rekomendasi