Menlu Rusia Sebut AS Terang-terangan Menyatakan Perang dengan Vladimir Putin


inNalar.com
– Buntut dari konflik Rusia-Ukraina membuat Amerika Serikat (AS) dan negara Barat lainnya bersikukuh untuk tetap ikut campur.

Bahkan AS telah terang-terangan mendeklarasikan perang kepada Rusia serta siap menghancurkan negara yang dipimpin Vladimir Putin tersebut.

Hal itu dikatakan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov yang menyatakan AS akan habis-habisan perang melawan Rusia.

Baca Juga: Tidak Ditemukan Tanda-Tanda Kehidupan untuk 132 Penumpang Pesawat Boeing 737-800 China Eastern Airlines

“Hari ini perang hibrida yang nyata, perang total telah dinyatakan melawan kami. Istilah ini, yang digunakan oleh Nazi Jerman, sekarang digunakan oleh banyak politisi Eropa ketika mereka menjelaskan apa yang ingin mereka lakukan terhadap Federasi Rusia,” ujar Lavrov dalam sebuah forum diplomatik, dikutip inNalar.com dari Pikiran Rakyat.

Selain itu, tujuan lain dari AS melakukan demikian tak lain yaitu untuk mengobrak-abrik tatanan negara Rusia.

“Dan tujuan mereka adalah tidak disembunyikan: menghancurkan, memusnahkan, mencekik ekonomi Rusia, dan orang Rusia secara keseluruhan,” ujarnya.

Baca Juga: Simak Jadwal Imsak dan Buka Puasa selama Satu Bulan Penuh untuk Wilayah Bangkalan

Sergey Lavrov menekankan meski ada upaya Barat untuk melakukan dialog damai tapi tidak ada pembicaraan yang mengarah tentang isolasi Rusia di panggung dunia.

Menlu Rusia tersebut yakin bahwa negaranya tidak selemah yang AS kira sebab, relasi Rusia juga sangat banyak di berbagai penjuru dunia.

“Kami tidak akan mengisolasi diri kami sendiri. Kami memiliki banyak teman, sekutu dan mitra di dunia, sejumlah besar asosiasi di mana Rusia bekerja dengan negara-negara di setiap benua, dan akan terus melakukannya,” katanya.

Baca Juga: Pengumuman Hasil Sidang Isbat Penentuan Awal Ramadhan 1443 H oleh Kemenag, Jumat 1 April 2022

Dia menambahkan sebagian besar negara di luar Barat tidak ingin terlibat oleh permainan sepihak.

Di sisi lain, terkait krisis di Ukraina, Sergei Lavrov mengatakan media-media AS tampak diam ketika melihat banyak warga sipil tewas dibunuh di Donetsk dan Luhansk.

Lebih lanjut, Lavrov berjanji Rusia mengungkapkan senjata biologis di Ukraina yang diduga didanai Amerika Serikat.

Baca Juga: Habib Jamal Baagil Beberkan Perilaku Rasulullah SAW saat Ramadhan, Salah Satunya Lebih Dermawan dari Biasanya

Dia juga menekankan pihaknya untuk menyelidiki aktivitas senjata biologis tidak hanya di Ukraina tapi di seluruh dunia termasuk di negara bekas Uni Soviet.

“Keinginan Barat untuk mempertahankan dominasinya dalam urusan internasional, untuk menaklukkan segala sesuatu dan semua orang dan kembali ke dunia unipolar. Ini, tentu saja ilusi,” kata Lavrov.

Lavrov menegaskan upaya Barat mempertahankan hegemoninya merupakan tindakan curang sehingga menjadi penyebab ketegangan dalam hubungan internasional.***

Rekomendasi