

inNalar.com – Tidak terasa monumen Tugu Kujang yang menjulang tinggi sejak 4 Mei 1982 masih berdiri dengan gagahnya di kawasan Baranangsiang, Kota Bogor Jawa Barat.
Meski usianya sudah 42 tahun, Tugu Kujang hingga kini masih menjadi ikon kebanggaan warga Kota Bogor Jawa Barat.
Keberadaan Tugu Kujang yang ada di dekat kawasan Kebun Raya Bogor dan pintu keluar Tol Jagorawi ini seolah menjadi penanda warganya telah tiba di kota hujan yang ada di Jawa Barat ini.
Seberapa mahal biaya pembangunan tugu ikonik Kota Bogor ini yang masih berdiri kokoh dan megah sejak lama ini?
Berkaca dari pembangunan Tugu Keris Siginjai di Jambi yang menelan biaya hingga Rp3,5 miliar, apakah dana untuk bangun Tugu Kujang Bogor juga demikian?
Memang biaya pembangunan Tugu Kujang tak semahal Tugu Keris Siginjai Jambi yang baru diresmikan 31 Desember 2017, yakni hanya memakan biaya Rp80 juta.
Namun nominal biaya pembangunan tersebut cukup fantastis pada zamannya. Meski begitu, kemegahan Tugu Kujang tak hanya dinikmati sebagai monumen yang sifatnya modern saja.
Akan tetapi jauh daripada itu memiliki makna sejarah dan filosofis bagi warga Kota Bogor, Jawa Barat.
Diketahui, Tugu Kujang Bogor menjulang setinggi 25 meter di atas lahan segitiga seluas 26 meter x 23 meter.
Baca Juga: Tak Punya Murid, Sekolah di Pedalaman Jawa Timur Ini Ditinggalkan Penduduknya Hingga Terbengkalai
Kawasan tugu ikonik di kota hujan ini semakin populer sejak Pemerintah Kota Bogor mempercantik kawasan tersebut dengan tambahan monumen 10 pilar putih yang dinamakan dengan Tepas Lawang Salapan Dasakreta.
Proyek Plaza Tugu Kujang yang meliputi pembangunan 10 pilar setinggi 12 meter dan dua Gazebo raksasa di sekitarnya ini menelan biaya hingga Rp3,5 miliar.
Dilansir dari laman resmi Pemerintah Kota Bogor, proyek tersebut ternyata masuk dalam Program Penataan dan Pelestarian Kota Pusaka (P3KP).
Meski secara nilai biaya pembangunan Tugu Kujang tidak sefantastis tugu di daerah lainnya, tetapi ternyata monumen kebanggaan Kota Bogor ini semakin memikat perhatian banyak pihak melalui bangunan artistik tambahan di sekitarnya,
Semboyan filosofis monumen 10 pilar megah, yakni Tepas Lawang Salapan Dasakreta, yang berada di persimpangan Jalan Raya Padjajaran, Otto Iskandar, dan Baranangsiang itu bertuliskan kalimat berbahasa Sunda berikut.
‘Dinu Kiwari Ngancik Nu Bihari Seja Ayeuna Sampeureun Jaga‘ maknanya adalah apa yang kita nikmati saat ini adalah usaha yang dihasilkan oleh para pendahulu kita, sedangkan apa yang kita lakukan saat ini diperuntukkan untuk kebaikan di generasi yang akan datang.
Semboyan ini seolah mengisyaratkan kepada para warga Bogor Jawa Barat untuk bersama menjaga nilai sejarah dan nilai leluhur yang sudah diwariskan oleh para pendahulunya, baik yang bentuknya normatif maupun bangunan fisik seperti halnya Tugu Kujang tersebut.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi