Menjelang Dibukanya Kembali Jalur Wisatawan Internasional, Australia Melaporkan 43 Kematian Akibat Covid

 

inNalar.com – Sejak pertama kali virus Corona muncul di Wuhan pada akhir tahun 2019, berbagai negara kemudian menetapkan kebijakan untuk melakukan lockdown dan pembatasan untuk masuk ke wilayahnya.

Namun setelah lebih dari dua tahun Pandemi Covid-19 melanda dunia, berbagai negara-negara pun mulai melonggarkan kebijakan mengenai aturan perjalanan masuk wilayahnya. Terlebih, saat ini program vaksin juga sudah digencarkan sebagai salah satu syarat perjalanan.

Australia merupakan salah satu negara yang kini juga mulai membuka kembali wilayahnya untuk menerima kunjungan dari luar negeri.

Baca Juga: Wakil Ketua Komisi II DPR RI ke Kementerian ATR BPN Soal BPJS Jadi Syarat Pertanahan, ‘Keduanya Hak Rakyat’

Dilansir inNalar.com dari berita pada laman reuters.com yang diposting pada tanggal 19 Februari 2022.

Menjelang pembukaan kembali negara Australia bagi wisatawan internasional pada hari Senin besok setelah penutupan dua tahun lamanya, ditemukan 43 kasus kematian terkait virus Corona pada Sabtu silam.

Australia diketahui secara bertahap mulai membuka kembali perbatasannya sejak November tahun lalu, setelah melakukan penutupan daerah perbatasan sejak Maret 2020.

Baca Juga: Pemberlakuan Hukum Islam Masa Kolonial Belanda, Hudud dan Qisash Tidak Masuk Pidana Jadi Salah Satunya

Pembukaan ini dimulai dengan bertahap, diawali dengan dimungkinkannya warga Australia untuk bepergian, kemudian pelajar dan pekerja internasional, hingga kini para wisatawan.

Australia juga pernah menjadi negara dengan strategi nol kasus Covid, dimana sekarang negara itu kini beralih untuk hidup dengan virus Corona yang diikuti dengan tingkat vaksinasi yang tinggi.

Australia adalah salah satu negara yang memiliki tingkat vaksinasi tinggi, dimana lebih dari 94% masyarakat yang berusia 16 tahun ke atas telah menerima dua kali dosis vaksin.

Dengan tingkat vaksinasi yang tinggi, maka kasus yang dihasilkan akan lebih ringan dan hanya sedikit masyarakat yang memerlukan layanan rawat inap.

Baca Juga: Harga Tak Masuk Akal, Polisi Ungkap Sanksi bagi Penimbun Minyak Goreng

Bahkan Australia Barat juga telah memutuskan untuk membuka kembali wilayahnya bagi pengunjung yang telah melakukan tiga kali vaksinasi. Padahal sebelumnya wilayah ini menerapkan kontrol pembatasan masuk yang ketat selama hampir 700 hari.

Negara bagian pada hari Sabtu pun mencatat ada 257 infeksi baru di masyarakat, ini adalah jumlah tertinggi namun tidak ditemukan adanya kasus kematian.

Kasus kematian di Australia dilaporkan sebagian besar terjadi di New South Wales, Victoria, dan Queensland yang merupakan negara bagian yang terus mengalami beberapa ribu kasus harian atau lebih.

Victoria yang merupakan negara bagian kedua terpadat di Australia akan membuka pusat karantina baru bagi penduduk internasional yang belum divaksinasi pada hari Senin nanti.

Sedangkan bagi wisatawan yang telah divaksin secara penuh, begitu pula warga Australia dan penduduk internasional tidak diharuskan untuk dikarantina pada fasilitas yang dikelola.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]