Menjadi Peninggalan Kerajaan Banten, Mata Air Keramat Ini Punya 9 Kolam dengan Fungsi Berbeda-beda

inNalar.com – Wilayah paling ujung pulau Jawa Barat menawarkan tempat wisata alami yang unik dan menyegarkan dengan lokasi di Kabupaten Pandeglang, Banten. 

Terletak di kaki Gunung Pulosari, Citaman merupakan destinasi yang tak hanya menawarkan keindahan alam tetapi juga terdapat sejarah unik di baliknya.

Dilansir inNalar.com dari kebudayaan.kemdikbud.go.id, kolam ini merupakan situs peninggalan yang pernah dicatat dalam Babad Banten.

Baca Juga: Habiskan Dana Senilai Rp3,5 Miliar! Tugu di Kota Jambi Ini Menjulang Setinggi 28 Meter, Bentuknya Mirip Monas?

Situs Citaman sendiri merupakan mata air dan kolam yang diduga menjadi tempat penyucian sebelum melakukan ritual keagamaan.

Sejarahnya mengatakan, kala itu Maulana Hasanuddin melakukan perjalanan ke sebuah gunung guna menaklukan kerajaan Banten Girang.

Sehingga, gunung tujuannya yaitu Gunung Pulosari dipercaya menjadi tempat keramat yang memiliki berbagai peninggalan sejarah di dalamnya.

Baca Juga: Bukan Kota Jambi! Daerah di Jambi Ini Catatkan Hampir Tidak Ada Penduduk Miskinnya hingga di Bawah 5 Ribu Jiwa

Peninggalan-peninggalan sejarah tersebut menunjukkan bahwa adanya pusat peradaban lalu di Provinsi Banten, seperti Situs Citaman dan Situs Batu Goong.

Keindahan Situs Citaman sebagai tempat wisata ternyata tidak menggaet begitu banyak pengunjung kemari.

Sehingga, tempat ini cocok bagi masyarakat yang penat dengan kehidupan kota karena letaknya yang berada di tengah persawahan dan aliran sungai.

Baca Juga: Biayanya Rp 19 Miliar, Jembatan di Sulawesi Selatan Ini Bikin Masyarakat Tak Perlu Bayar, Ternyata…

Selain memiliki rumah informasi yang menyimpan beberapa peninggalan, kompleks ini ternyata memiliki 9 kolam berbeda.

Pertama, terdapat Kolam Cipanggitikan yang berada di kaki bukit Kaduguling dengan kondisi tertutup beton. 

Lahan kolam ini digunakan sebagai bahan pasokan air masyarakat Pandeglang, dan diambil alih oleh PDAM setempat.

Kedua, Kolam Cikajayaan yang dipercaya sebagai air pembawa keberuntungan dengan ukuran kecil.

Ketiga, Kolam Cikaapeusan yang diyakini menjadi tempat untuk membuang nasib buruk bagi siapa saja yang mandi di sini.

Keempat, Kolam Cipangetenan dengan arti pernikahan, sehingga diyakini siapa pun yang mandi di kolam ini akan mendapatkan jodoh.

Kelima, Kolam Cikapaliasan, di mana menjadi kolam yang dapat menghindarkan bahaya bagi siapapun yang mandi di dalamnya.

Keenam, Kolam Cikaputrian, yaitu kolam yang paling jernih serta ukuran terkecil daripada kolam lainnya.

Ketujuh, Kolam Cikahuripan, kedelapan Kolam Cikembangan, dan terakhir Kolam Citaman yang menjadi kolam terluas di antara lainnya.

Kolam Citaman sendiri memiliki dua bagian yang dipercaya digunakan laki-laki dan perempuan, dan mata airnya menjadi pusat air untuk dialirkan ke kolam sekelilingnya.

Pengunjung dapat mengakses tempat ini melalui Jalan Mandalawangi yang tembus ke Kecamatan Jiput dari arah Pandeglang Kota.

Udaranya yang sangat dingin membuat air-air di kolam ini menjadi sedingin es, sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi wisatawan.***

Rekomendasi