Menguak Cerita Penduduk Madagaskar, Warga: Nenek Moyangku dari Indonesia, Apa Buktinya?


inNalar.com – Madagaskar adalah negara kepulauan terbesar kedua setelah Indonesia.

Berdasarkan data dari Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional pada tahun 2022 luas Madagaskar mencapai 587.041 km2 dan total jumlah penduduk sekitar 28,172,462 jiwa.

Madagaskar juga menjadi salah satu pulau terbesar di dunia. Di samping itu ada Greenland, New Guinea dan Kalimantan yang menempati posisi di atasnya.

Baca Juga: Siap Bertarung di Miss International 2023, Intip National Costum Farhana Nariswari: Bikin Mata Terpana!

Sehingga Madagaskar juga sering disebut benua mini.

Melansir dari YouTube DocZon negara Madagaskar dijuluki pulau merah karena tanahnya mengandung alumunium dan besi. Akibatnya, memunculkan warna merah.

Negara ini terletak di Afrika Timur yang memiliki pulau tersendiri dan terpisah oleh wilayah utama benua Afrika.

Uniknya, meski Madagaskar berdekatan dengan Afrika tetapi sejarah geologi, biologi dan geografi sangat berbeda jauh dengan negara di benua itu.

Baca Juga: Telan Dana Rp1,9 Triliun, Bendungan Baru di Tengah Hutan Kupang, NTT Ini Sempat Terkendala Akibat…

Bahkan, jika dilihat dari bentang alam, bahasa, budaya dan keadaan masyarakatnya maka negara ini justru terasa seperti Asia Tenggara. 

Manusia pertama yang mendiami wilayah Madagaskar berasal dari Nusantara khususnya dari suku Banjar, Kalimantan Selatan.

Berdasarkan jejak sejarah diperkirakan hadirnya masyarakat Nusantara di negara ini sekitar abad awal Masehi.

Baca Juga: Usung Konsep Wayang, Waterpark Megah di Sumut Ini Dibangun di Atas Lahan Seluas 6 Hektare, Lokasinya…

Ini dikarenakan adanya hubungan perdagangan masyarakat Indonesia ke pantai timur Afrika.

Berdasarkan bukti leksiko statistika dan linguistik bahasa Malagasi yang digunakan sebagai bahasa ibu oleh sebagian besar penduduk Madagaskar.

Sebagian besar penduduk ini masih tergolong dekat dengan bahasa Maanyan dan termasuk rumpun bahasa Astromisia.

Bahasa Malagasi berasal dari bahasa barito tenggara sementara bahasa maanyan adalah kerabat dekat dengan banyak kata pinjaman dari Melayu serta jawa yang berasal dari Indonesia.

Diketahui, penduduk Maanyan dibawa sebagai budak oleh orang Melayu (Indonesia) dalam armada dagang mereka yang mencapai Madagaskar sekitar tahun 50 hingga 500 Masehi.

Selain itu, sebagian besar kebudayaan Prancis masih melekat dengan orang Madagaskar.

Walaupun Malagasi bahasa resmi mereka, tapi banyak penggunan bahasa Prancis dalam proses pembelajaran sekolah yang ada di Madagaskar.

Keragaman fauna dan flora bisa dibilang unik dan hanya ada di negara ini seperti lemur dan pohon Baobab.

Kebanyakan masyarakat menganut kepercayaan nenek moyang, dimana orang yang mati diyakini dapat memberi hadiah atau hukuman.

Selain itu, setengah dari populasi masyarakat menganut agama Kristen, seperempat mempercayai agama protestan dan sekitar 1/5 menganut agama katolik Roma.

Sayangnya, keragaman yang dimiliki negara ini tidak berbanding lurus dengan perekonomiannya.

Kemiskinan menjadi hal yang menyedihkan dan menempatkan Madagaskar sebagai salah satu dari 12 negara termiskin di dunia.

Tetapi, banyak hal yang dapat dilakukan oleh penduduk dari Madagaskar untuk mengubah hal itu.

Upaya pemerintah mempromosikan Madagaskar sebagai tempat wisata untuk mendongrak perekonomian nasional.***

 

Rekomendasi