

inNalar.com – Banyak orang telah ketahui, saat ini Indonesia tengah melakukan banyak pembangunan seperti jalan tol, bendungan, dan banyak lagi. Salah satu yang sudah selesai adalah tol Becakayu.
Jalan tol Becakayu merupakan jalur penghubung dari Bekasi-Cawang-Kampung Melayu di Kota Bekasi, Jawa Barat. Diberitakan jika tol ini sudah mulai beroperasi pada akhir Maret kemarin.
Uniknya, ada cerita menarik selama dibangunnya tol Becakayu di daerah Bekasi tersebut. Karena pimpinan proyek pembuat jalan tol itu sendiri, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono tidak menyadari jika rumahnya akan kena gusur dari jalan tol yang akan dibuatnya nanti.
Adapun panjang dari jalan tol Becakayu itu adalah 21,04 km. Sedangkan rumah Menteri Basuki sendiri berada di Komplek Pengairan, Rawa Semut, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi.
Sebagai tambahan, rumah sang Menteri PUPR itu persis ada di tengah antara aliran Kalimalang dan jalan Tol Jakarta-Cikampek.
Akan tetapi peta proyek jalan Tol Becakayu yang berada di tepi saluran air daerah Kalimalang, jarak diantara rumah dengan saluran tersebut 15 meter. Dan ternyata proyek tol itu sendiri membutuhkan lahan dengan 24,7 meter.
Awalnya Menteri PUPR Basuki itu tidak mengetahui akan terkena gusur dengan pembuatan tol Becakayu. Namun karena perkembangan jalan tol tersebut dirasanya lambat, maka ia bertanya-tanya.
Setelah ditanya, akhirnya kontraktor pembuat jalan tol tersebut baru memberitahu Menteri Basuki, jika proyeknya dilanjutkan, maka akan menggusur rumah sang Menteri PUPR.
namun Basuki hanya menjawab, lah ini rumah saya, lanjutkan saja pembangunan jalan tolnya. Karena ini jalan paling optimal, tak perlu jalannya dibelokin.
Baca Juga: Bikin Penasaran! Sidogiri Pasuruan Dikenal sebagai Pondok Pesantren Tertua dan Pertama di Indonesia
Meskipun rumah tersebut sudah dibangun semenjak tahun 90-an, namun Basuki tetap rela jika harus kena gusur agar proyek pembangunan tol tetap berjalan. Selain itu, Basuki sendiri sudah mempersiapkan rumah lain yang terletak di kawasan Bekasi juga sebagai pengganti rumah lamanya.
Dengan digusurnya rumah seorang Menteri, tentu akan ramai dan bisa saja menjadi bahan untuk pengcitraan. Namun saat ada wartawan yang bertanya, Basuki justru menjawab jika hal ini tidak penting. Kenapa selalu ditanya-tanya terus.
Jika mendapat gusur itu terlihat biasa saja, tentunya tidak. Dari penuturan Basuki, saat ia memberitahukan pada keluarganya, anaknya menangis. Karena ketiga anaknya dari kecil sudah berada disitu, dan tentunya bersama dengan teman-temannya pun berada di daerah rumahnya yang akan terkena gusuran jalan tol Becakayu tersebut.
Tentu saat pembangunan jalan tol Becakayu di tahun 2019 hingga penggusuran rumah ketua proyek jalan tol itu, para media belum tahu menahu akan digusurnya rumah Menteri PUPR Basuki.
Akan tetapi berita itu viral karena Twitter-milik Mahfud MD. ia menulis, (Menarik, rumah Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di Bekasi akan digusur untuk proyek jalan tol. Padahal, dialah yang menjadi pimpinan pembuatan jalan, hormat untuk Pak Basuki,).
Nah itulah kenangan saat dibangunnya tol Becakayu yang harus menggusur rumah ketua proyeknya sendiri, Menteri PUPR Basuki. Dari membaca berita di atas, memang patut dihormati keputusan dari sang Menteri. Meskipun ia tidak tahu jika proyek ciptaannya akan menggusur rumah pribadinya.***