Mengenal Tengkawang, Tanaman Khas Kalimantan Barat yang Terancam Punah Meski Memiliki Banyak Manfaat

inNalar.com – Kalimantan Barat merupakan salah satu derah di Indonesia yang memiliki berbagai keragaman khas.

Keragaman yang ada di Kalimantan Barat tidak terbatas hanya pada budaya, tapi juga pada flora dan faunanya.

Salah satu tanaman khas Kalimantan Barat adalah tengkawang atau yang juga sering dikenal sebagai meranti.

Baca Juga: Sudah Direncanakan Sejak Tahun 1999-2000, Bendungan di NTT ini Ditaksir Habiskan Dana Hingga Rp 1,915 Triliun

Pohon tengkawang ini sudah dibudayakan di Kalimantan Barat sejak tahun 1881.

Pohon ini dapat tumbuh dengan tinggi maksimal mencapai 30 meter.

Dalam pertumbuhannya, diameter batang pohon tengkawang ini dapat mencapai 60 cm.

Baca Juga: Telan Dana APBN Rp 1,5 Triliun, Bendungan di Aceh Ini Diramalkan Sanggup Tampung Air Hingga 128 Juta m3

Batang pohon tengkawang ini berbentuk tegak, lurus, dan tidak berbanir (akarnya tidak muncul di akar pohon seperti di pohon beringin).

Pohon tengkawang hanya dapat ditemukan di pulau Kalimantan dan sebagain kecil pulau Sumatera.

Pohon ini terbagi ke dalam beberapa spesies yang berbeda dan tiga belas diantaranya dilindungi dari kepunahan.

Baca Juga: Habiskan Rp 2 Trilliun Lebih, 3 Bendungan Terbesar di Lampung ini Integrasikan Hulu-Hilir Sungai Way Sekampung

Di Indonesia sendiri terdapat tigas belas jenis pohon tengkawang yang tersebar di Kalimantan dan Sumatera.

Dari tiga belas jenis pohon tersebut, sepuluh diantaranya ada di Kalimantan.

Sedangkan, tiga sisanya ada di pulau Sumatera.

Tanaman tengkawang ini umumnya hidup di area lereng dan bukit, biasanya yang memiliki kemiringan 25-40%.

Beberapa juga ada yang hidup secara berkelompok di sepanjang aliran air.

Pohon tengkawang ini juga merupakan pohon yang berbuah.

Buah dari pohon tengkawang berbentuk bulat menyerupai telur dengan bulu yang tebal.

Selain itu, bentuk buah ini cukup unik karena di sekitar buah tengkawang ada beberapa lempengan panjang seperti daun yang kaku.

Jika dilihat sekilas, lempengan-lempengan itu terlihat seperti sayap yang membawa buah tengkawang di tengah-tengahnya.

Uniknya, buah tengkawang ini tidak selalu muncul setiap tahun.

Tengkawang hanya berbuah sekali setiap 3-7 tahun dan terjadi setiap bulan Juni sampai Agustus.

Pohon yang terhitung langka ini ternyata juga memiliki banyak manfaat.

Buah pohon tengkawang ini bisa diolah menjadi minyak nabati.

Selain buahnya, ternyata biji buah tengkawang juga bisa menghasilkan minyak lemak nabati.

Minyak lemak nabati tersebut dapat digunakan dalam berbagai hal seperti kosmetik dan sabun.

Tidak hanya itu, biji dari buah pohon tengkawang juga dapat dimanfaatkan sebagai obat-obatan.

Sedangkan kayu pohon tengkawang banyak dimanfaatkan sebagai kayu lapis, venir, bangunan rumah, bahkan bahan kayu perkapalan.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]