

inNalar.com – Pada masa kepemimpinan Soeharto dulu, ternyata ada program pendidikan yang jadi sorotan dunia yaitu SD Inpres.
Bahkan, penelitian mengenai SD Inpres pada era Soeharto ini mendapatkan penghargaan Nobel dibidang ekonomi.
SD Inpres di masa Soeharto ini ternyata banyak membantu masyarakat Indonesia, salah satu alasan mengapa program ini disorot peneliti dunia.
SD Inpres merupakan program yang dicanangkan pada masa jabatan Soeharto di tahun 1973.
Dibuatnya program ini adalah agar memudahkan akses pendidikan bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Selain itu, SD Inpres juga memiliki biaya yang murah sehingga seluruh anak Indonesia dapat bersekolah.
Baca Juga: Siapa Saja ‘Mainan’ Soeharto yang Diduga Terlibat dalam Gerakan 30 September? Ada Sosok Tak Terduga
Hal ini yang nantinya juga akan mewujudkan pemerataan pendidikan di seluruh pelosok daerah.
SD ini juga biasa disebut sebagai Sekolah Kecil karena diperuntukkan untuk anak-anak di desa terpencil.
Dengan memiliki biaya yang murah, SD Inpres juga dibangun di kota berpenghasilan rendah.
Dalam waktu hanya lima tahun, SD Inpres berhasil dibangun sebanyak 61 ribu sekolah dasar.
Hingga tahun 1994, terdapat lebih dari 150 ribu SD Inpres yang tersebar di wilayah Indonesia.
Program ini juga melibatkan sebanyak 1 juta guru yang turut mengajar.
SD Inpres juga merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Keberhasilan SD Inpres terlihat dari Angka Partisipasi Murni atau APM SD pada tahun 1998 yang mencapai 99,6%.
Hal tersebut juga bisa dikatakan sebagai awal mula program wajib belajar di Indonesia.
Jumlah masyarakat buta aksara pun turun sebanyak 15,8% di tahun 1990.
Keberhasilan program ini selain meningkatkan taraf pendidikan namun juga pendapatan penduduk Indonesia.
SD Inpres berhasil memberikan pengembalian ekonomi sebesar 6,8% hingga 10,6%.
Hal tersebut sejalan dengan peningkatan upah masyarakat sebanyak 3% sampai 5,4%.
SD Inpres memberikan fasilitas pendidikan yang setara bagi seluruh anak-anak di Indonesia.
Keberhasilan program ini juga menarik sorotan banyak peneliti dunia.
Baca Juga: Kejadian Berdarah Gerakan 30 September Libatkan Soeharto? Ada Kisah Tersembunyi yang Baru Terungkap
Beberapa diantaranya adalah Michael Kremer, Esther Duflo, dan Abhijit Banerjee.
Duflo melakukan penelitian tentang program SD Inpres pada masa Orde Baru Soeharto.
Menurutnya, program ini mendorong masyarakat Indonesia untuk menyelesaikan sekolah dasar secara signifikan.
Kebijakan SD Inpres ini menurut Duflo sukses meningkatkan perekonomian Indonesia.
Penelitian Duflo tentang SD Inpres era Soeharto ini membuatnya menjadi pemenang Hadiah Nobel Ekonomi.
Peraih Nobel ini juga mengatakan bahwa SD Inpres merupakan program pembangunan sekolah terbesar yang pernah tercatat pada saat itu.
Soeharto sendiri dikatakan sukses dalam pembangunan SD Inpres untuk meningkatkan taraf pendidikan masyarakat Indonesia.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi