

inNalar.com – Tak lama lagi Erina Gudono bakal melepas masa lajangnya. Ia bakal melangsungkan akad nikah dengan calon suaminya, Kaesang Pangarep, Minggu, 10 Desember 2022 di Pendopo Agung Royal Ambarukmo, Yogyakarta.
Erina Gudono yang tercatat pernah menjadi Putri Indonesia ini memiliki paras yang menawan. Tak heran, apabila Kaesang Pangarep jatuh hati padanya.
Selain karena kecantikannya itu, Erina Gudono juga bukan berasal dari keluarga sembarangan.
Ia adalah anak Profesor Dr. Mohammad Gudono, MBA, Aks, Ph.D (Alm) dan Dra. Sofiatun Gudono, M.
Dilansir inNalar.com dari laman resmi UGM, Profesor Gudono merupakan dosen FEB UGM pada Departemen Akuntansi. Ia meninggal pada tahun 2016.
Guna menyambut hari bahagianya itu, Erina Gudono melakukan serangkaian persiapan. Salah satunya memilih riasan yang dikenakan.
Meski memiliki wajah yang cantik, rupa-rupanya Erina sempat bingung akan menggunakan Paes Cucuk Putri atau Paes Ageng Keprabon.
Hal itu diungkap oleh CEO Pengantin Production, Dani Wigung, sebagaimana dikutip oleh inNalar.com dari saluran YouTube RCTI INFOTAINMENT.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Kerap Bikin Kontroversi di Piala Dunia 2022, Roy Keane Terdepan Berikan Pembelaan
“Lha ini masih galau karena untuk Mbak Erina Profilnya cantik banget mau Paes Ageng bagus, mau pake Jogja Putri bagus…. Nanti Mbak Erina diskusikan dulu dengan tim riasnya,” kata Dani Wigung.
Setelah berdiskusi, akhirnya Kaesang Pangarep dan Erina Gudono memilih Paes Ageng Keprabon untuk hari pernikahannya.
Lantas, seperti apa makna riasan Paes Ageng Keprabon itu?
Menurut salah satu tim tata rias, untuk Paes Ageng yang dihias adalah bagian wajahnya.
Kemudian, yang menjadi ciri khas dari riasan ini adalah alis menjangan ranggah dan juga jahitan mata. Paesnya menggunakan prada.
Bentuk alis menjangan ranggah terinspirasi dari bentuk tanduk rusa. Hal tersebut memiliki makna bahwa perempuan harus memiliki tiga karakter yang dimiliki rusa, yaitu cerdik, cerdas, dan anggun.
Selain itu, busana untuk kepala dirias di atas ada lima buah mentul, centhung, dan sumping yang terbuat dari ron daun kates.
Sedangkan untuk busana di bawahnya menggunakan dodot yaitu kain yang memiliki panjang 3,5 m.
Kain dodot dipakai setelah menggunakan kain cinde berwarna merah.
Kemudian dengan aksesorisnya bermacam macam ada kalung susun, ada kelat bauk, gelangkono dan sebagainya.
Sebagai informasi, Kaesang Pangarep dan Erina Gudono menggunakan pakaian adat Jawa karena kedua mempelai sama-sama berasal dari Jawa. Kaesang dari Solo, dan Erina dari Sleman, Yogyakarta.***