Mengenal Keunikan Muara Enggelam Kalimantan Timur, Sebuah Desa Terapung yang Begitu Eksotis Tanpa Daratan

inNalar.com – Mengalir di sepanjang aliran sungai dengan riuh air sebagai pemecah kesunyian, inilah sebuah desa tanpa daratan bernama Muara Enggelam.

Berdiri selama bertahun-tahun dengan hamparan udara sebagai halaman, barisan rumah ini menghadirkan pesona yang begitu memikat pemandangan.

Muara Enggelam merupakan sebuah mutiara terpencil yang terletak jauh dari keramain kota, organisasi yang begitu eksotis yang berada di Kecamatan Muara Wis, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.

Baca Juga: Anggarannya Rp1,24 Triliun, Bendungan Pertama di Kabupaten Baru Sulawesi Barat Ini Daya Tampungnya 65 Juta M3

Jaraknya berkisar 90 kilometer dari kota Samarinda yang merupakan ibu kota dari Kalimantan Timur.

Namun tidak bisa dibilang mudah untuk mencapai desa ini, dikarenakan tidak ada jalur darat yang dapat dilalui kendaraan.

Desa ini berada tepat di sepanjang aliran sungai yang terhubung ke danau seluas 11 ribu hektar.

Baca Juga: Produksinya Butuh 5 Tahun, Kain Khas Desa di Bali Ini Punya Motif Ikat Ganda: Cuma Satu-satunya di Indonesia!

Desa Muara Enggelam menyuguhkan panorama yang sangat berbeda dari kebanyakan desa lainnya di Indonesia.

Dilaporkan inNalar.com dari Youtube Jelajah Bumi , rumah-rumah disini berdiri diatas perairan mengalir diantara hijaunya tumbuhan udara di kedua sisi, menjadikannya desa terapung tanpa daratan.

Namun bukan berarti kita tidak dapat menemukan daratan di desa tersebut, ada saat dimana beberapa bagian tempat di dekat desa mengalami kondisi surut dan menjelma menjadi daratan basah.

Baca Juga: Gambar Pertama yang Dilihat Tunjukkan Rasa Percaya Kamu ke Teman dalam Hubungan Persahabatan, Penasaran?

Terutama saat musim kemarau tiba serta curah hujan yang sangat minim.

Namun sebaliknya saat air pasang area di desa ini akan sepenuhnya tertutupi udara, bahkan ruah tak ada yang luput dari rendaman udara.

Untuk melengkapi mobilitas penduduk di kedua Sisi Desa juga dibangun jembatan kayu yang super panjang dengan masing-masing memiliki panjang hampir satu setengah kilometer.

Baca Juga: Mengenal Kapal Kargo ‘Ever Given’ Asal Jepang: Penguasa Samudera yang Mempengaruhi Ekonomi di Seluruh Dunia

Jalur ini merupakan jalan raya bagi warga setempat yang menghubungkan antar rumah, dan berbagai fasilitas lainnya di wilayah Desa.

Terdapat juga jembatan melintang yang menghubungkan kedua Sisi desa tersebut, kendaraan roda dua seperti motor dan sepeda masih bisa dijumpai walaupun jumlahnya sangat langka.

Sebagai desa di atas, perahu udara tetap menjadi alat transportasi primadona bagi warga sekitar, perahu digunakan untuk berbagai aktivitas dan juga untuk mencari nafkah.

Baca Juga: Tes Kepribadian: 8 Genre Musik Ini Mencermikan Karakter Kamu, Emosional atau Pekerja Keras?

Lalu lalang perahu menjadi pemandangan lumrah dan bahkan anak kecil begitu fasenya mengemudikan perahu.

Saat ini Desa Muara Enggelam dihuni sekitar 700 penduduk mereka tinggal di rumah-rumah apung yang menjulang di atas perairan.

Kebanyakan rumah dibuat bertingkat dan sebagian lagi dibuat lebih tinggi untuk menghindari pasang udara.

Meski jauh dari pusat kota dan dikelilingi perairan, Desa ini dilengkapi dengan banyak fasilitas mulai dari Masjid, tempat beribadah, Puskesmas, kantor desa, sekolah, saluran listrik, instalasi air bersih hingga toko dan rumah makan.

Bahkan desa ini juga memiliki perahu sampah dan tempat sampah khusus demi menjaga kebersihan lingkungan di Desa Muara Enggelam.

Bisa dibilang apa yang dimiliki desa lain di daratan juga dimiliki oleh desa terapung Muara Enggelam.

Udara adalah sumber kehidupan utama warga di sini bisa disebut ‘tulang punggung’ yang menopang kehidupan mereka.

Sebagian besar penduduk adalah nelayan yang menangkap ikan pembohong dan berbudidaya dengan sistem keramba.

Ikan ditangkap menggunakan peralatan tradisional seperti jaring ikan dan perangkap ikan yang dipasang di sekitar danau.

Ikan yang didapat dibersihkan guna diolah menjadi ikan asin dan ikan asap yang selanjutnya dijual kepada pengepul, dan dari situ mereka mendapatkan penghasilan guna membiayai hidup.

Selain itu beberapa warga lain sudah menekuni budidaya walet rumah-rumah walet terdiri dari terlihat berdiri bersanding dengan pemukiman warga yang pada akhirnya mendongkrak perekonomian kehidupan warga.

Kebutuhan listrik Desa Muara Enggelam sudah memiliki fasilitas listrik Mandiri di belakang kantor desa dipasang pembangkit listrik tenaga surya yang memasok listrik ke rumah-rumah warga selama 24 jam.

Setiap warga membayar iuran sekitar 90.000 setiap bulannya untuk mendapatkan fasilitas ini tak hanya itu kebutuhan air bersih juga tersedia untuk memenuhi kebutuhan air minum sumber air bersih berasal dari fasilitas instalasi air setempat.

Dikelilingi perairan yang luas Tak menyurutkan semangat penduduk setempat untuk bercocok tanam.

Berbagai sudut desa beberapa tanaman lain seperti sayuran juga terlihat tumbuh subur pada media pot dan polybag di peralatan seadanya di sekitar rumah warga.

Banyak hal menarik mengenai Muara tenggelam dan gapura desa adalah salah satu daya tertarik tersebut, semenjak didirikannya gapura ini berdiri kokoh dan menjelma menjadi sebuah icon desa yang juga menjadi sebuah daya tarik desa untuk terlihat lebih unik.

Gerbang besar di atas udara tersebut diketahui memiliki ketinggian mencapai 12 meter dan membentang dengan dua sisi mencapai panjangnya hampir 300 meter.

Berfungsi sebagai penahan gelombang serta membendung gulma atau tumbuhan endemik pada saat musim banjir atau pasang udara tinggi sehingga tidak menghempas pemukiman penduduk di sepanjang Muara Sungai Enggelam.***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]