

inNalar.com – Papua menjadi daerah terbesar dan terluas yang ada di Indonesia.
Papua dikenal sebagai laboratorium dan ujung tombak terakhir bagi keanekaragaman hayati.
Menurut data dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia luas wilayah Provinsi Papua yaitu 312.224,37 km2, di mana sangat mendukung untuk tumbuhnya hutan tropis tua terluas yang masih bisa bertahan di kawasan Asia Pasifik.
Keragaman hayati di Papua adalah setengah dari jumlah total keragaman hayati di Indonesia terutama untuk flora dan fauna endemik.
Salah satunya burung cendrawasih atau lebih dikenal dengan nama burung surga. Burung ini menjadi simbol kekayaan dan keunikan tanah Papua.
Melansir dari YouTube KabarPedia burung surga memiliki bulu indah yang menawan terutama pada pejantan. Mereka mempunyai bulu yang sangat cerah.
Ini membuatnya tampak begitu indah ketika dipandang oleh mata. Biasanya bulu ini digunakan pejantan burung surga untuk memikat lawan jenis.
Bahkan, ia menari-nari untuk menarik perhatian dari betina. Dalam tariannya pejantan burung surga menampilkan fleksibilitas bulu dan bentuk badan mereka supaya makin menonjol dirinya.
Uniknya, burung surga jantan menyiapkan sebaik mungkin seperti membersihkan paruh nya dulu sebelum melakukan ritual tarian.
Baca Juga: Setara dengan Penduduk Satu Desa Pulau Jawa, Kabupaten di Papua Ini Hanya Dihuni 25 Ribu Jiwa.
Diperkirakan terdapat sekitar 30 jenis burung cendrawasih yang ada di Indonesia. Sedangkan, untuk 28 jenis burung ini dapat ditemukan di Papua.
Menariknya ada salah satu burung surga yang sangat terkenal di kalangan masyarakat Papua yaitu Cenderawasih jenis kera.
Cenderawasih ini dapat mengembangkan bulunya yang berwarna hitam.
Mereka mengajak kawin betina dengan cara melompat-lompat semacam tarian yang tampak indah.
Dengan keindahan alam yang dimiliki oleh Papua, namun nyatanya, tidak membuat Papua bebas dari beragam tantangan dan ancaman.
Adanya pembangunan infrastruktur, perluasan perkebunan, penambangan, perburuan satwa liar ini tentu berdampak pada kelangsungan hidup burung surga itu.
Diketahui, hilangnya hutan di Papua yang telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir yang terjadi karena aktivitas pembangunan karena sumber makan dan habitat untuk burung surga semakin sedikit.
Terdapat lebih dari 11.500 km2 hutan primer hilang diantara tahun 2012-2019.
Sedangkan dalam kurun waktu 2012-2016 angka deforestasi di tanah Papua mencapai 170.484,32 hektar per tahun.
Selain itu, yang juga menjadi ancaman bagi burung cenderawasih adalah karena adanya perburuan.
Melansir Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, jika melihat kembali pada tahun 1900-1930 terjadi perburuan secara besar pada cenderawasih kuning kecil dan apoda yang diekspor ke Eropa.
Kondisi menyebabkan keberagaman hayati di hutan Papua mengalami kemerosotan baik di tingkat ekosistem, spesies dan genetik.***