

inNalar.com – Banyaknya kasus gagal ginjal akut pada anak di Indonesia saat ini sedang menjadi sorotan banyak pihak.
Sampai saat ini, diketahui ada 133 anak meninggal dunia akibat gagal ginjala akut yang pada mulanya tidak diketahui penyebabnya alias misterius.
Penelusuran dilakukan termasuk oleh Kementrian Kesehatan, hingga ditemukanlah 3 kandungan zat berbahaya pada obat sirup yang ternyata dikonsumsi oleh para korban gagal ginjal akut tersebut.
Baca Juga: Website PT LIB Dihack: Aparatnya Ga Negertiin, Supporternya Norak, Belain Tim Bola Kaya Bela Agama
Ketiga zat tersebut adalah etilen glikol (EG), dietilen glikol (DEG), dan etilen glikol butil eter (EGBE).
Kandungan Etilen Glikol atau EG rupanya menjadi zat yang menyebabkan gagal ginjal akut pada anak.
Rupanya, Etilen Glikol tersebut menjadi salah satu zat pelarut yang digunakan pada obat sirup.
Baca Juga: Kunci Jawaban Buku Tematik Tema 4 Kelas 2 SD Halaman 62 63, Pembelajaran 2 Subtema 2
Dengan kerja sama antara Kemenkes dan BPOM, akhirnya diputuskan untuk dilakukan penarikan beberapa obat sirup yang disinyalir mengandung etilen glikol.
Selain itu, pemerintah juga memberi himbauan untuk menghentikan konsumsi parasetamol sirup untuk saat ini.
Sebagai pengganti, dihimbau untuk menggunakan parasetamol yang berbentuk tablet kemudian bisa digerus untuk mempermudah anak mengkonsumsinya.
Baca Juga: AKBP Dody, PJU Polres Bukittinggi Terjerat Kasus Narkoba, Simak Singkatan dan Kepanjangan PJU Polres
Dikutip dari Halodoc, Etilen Glikol memang dikenal cukup berbahaya. Salah satu efek samping yang bisa terjadi karena penggunaannya adalah gagal ginjal. Lantas, apa itu etilen glikol?
Etilen glikol adalah senyawa alkohol yang salah satu fungsinya adalah melarutkan. Akan tetapi, tidak hanya untuk obat-obatan, sebagai pelarut makanan saja etilen glikol sebetulnya tidak bisa digunakan.
Karena, bahan ini adalah senyawa alkohol yang biasa digunakan untuk industri otomotif dan kosmetik. Jadi bukan untuk dikonsumsi.
Penggunaan senyawa ini tentunya dapat menyebabkan berbagai efek samping. Bukan hanya gagal ginjal akut pada anak, melainkan juga dapat mengganggu fungsi hati, paru-paru, otak, dan menyebabkan cacat kelahiran.
Dalam obat-obatan, terkadang ada beberapa kandungan yang tidak bisa larut dalam air, contohnya saja parasetamol.
Untuk itulah perlu ada tambahan senyawa alkohol sebagai pelarutnya. Akan tetapi, tentu saja senyawa EG ini tidak bisa digunakan untuk melarutkan obat karena berbahaya.
Baca Juga: 5 Bahan Obat Batuk Alami untuk Anak, Pasti Ada di Rumah Mudah dan Sering Dipakai untuk Bumbu Masakan
Oleh karena itu, dalam industri pengobatan, senyawa alkohol yang bisa dan aman untuk digunakan sebagai pelarut adalah jenis propilen glikol dan gliserin.
Kedua jenis ini umum juga digunakan sebagai pengawet, penahan kelembapan, dan kosmetik sehingga tidak menyebabkan bahaya secara langsung.
Hanya saja, baik propilen glikol dan gliserin, membutuhkan waktu pengolahan yang cukup lama dikarenakan titik beku yang lebih tinggi. Sementara itu, etilen glikol memiliki titik beku yang lebih rendah.
Oleh karena itu, dalam segi bisnis, proses pengolahan ini jauh lebih menguntungkan, efisien, dan tidak memakan biaya yang lebih besar.
Efisiensi semacam ini yang kerap digunakan industri-industri yang “nakal” untuk menyiasati menaikkan keuntungan yang lebih besar.
Namun, sebenarnya ada alasan lain mengapa etilen glikol bisa muncul pada obat. Misalnya, karena ia menjadi produk sampingan dari reaksi kimia tertentu.
Untuk kondisi-kondisi yang terjadi secara alami demikian, ada batas wajar yang sudah diatur oleh lembaga kesehatan internasional.
Sementara, temuan EG yang ditemukan pada sebagian besar obat sirup bukanlah produk sampingan, melainkan memang senyawa yang digunakan sebagai pelarut.
Inilah yang diduga menjadi penyebab kondisi gagal ginjal akut pada anak akhir-akhir ini.
Baca Juga: 5 Kalimat Penutupan Presentasi Kelompok , Berbeda dan Lebih Menarik Untuk Acara Sekolah
***