Mengawali Perjalanannya di Tahun 1976, SMA Ini Jadi Sekolah ‘Tersepi’ di Kediri

inNalar.com – Sebagai kota terkaya di Jawa Timur, Kediri memiliki puluhan sekolah yang sangat memadai.

Sekolah-sekolah di Kediri tersebut tak terkecuali pada jenjang SMA.

Mengingat pendidikan sangat penting untuk melahirkan generasi emas penerus bangsa.

Baca Juga: Top 5 Biaya Sekolah SD Termahal di Indonesia, Nomor 1 Seharga Lamborghini: Penasaran Fasilitas Mewahnya? Yuk Intip di Sini

Tak hanya sekolah negeri, di kota tahu ini juga terdapat beberapa sekolah swasta.

Sekolah swasta merupakan sekolah independen yang tidak dikelola oleh pemerintah daerah dan negara.

Mereka memiliki hal dan ketentuan yang dibuat sendiri untuk menyeleksi siswa.

Baca Juga: Melegenda Sejak 1873, Biaya Sekolah Termahal di Lebanon Ini Capai Rp274 Juta: Suasananya Paling Syahdu di Timur Tengah

Pendanaan tempat pendidikan tersebut biasanya sebagian atau seluruhnya dibebankan ke biaya sekolah kepada siswa.

Salah satu sekolah swasta di Kediri ini dikenal dengan nama SMA Diponegoro.

Sekolah ini berdiri di atas lahan seluas 1.001 meter persegi.

Baca Juga: Berjuluk Hogwarts Timur Tengah, Begini Mewahnya Sekolah Anak Sultan Dubai: Biaya Mondoknya Tembus Rp719,58 Juta!

Jam belajarnya sama seperti sekolah lain yang dimulai pada pagi hari selama 6 hari.

Kini, mereka dipimpin oleh Moch Arifin sebagai kepala sekolah.

Lokasi SMA Diponegoro berada di jalan Raung 37 RT/RW: 23/4, kelurahan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

Baca Juga: Biaya Sekolah Termahal Banten Ini Rp500 Juta Lewat, Invest Pendidikan di Global Jaya School Serasa Bayar DP Rumah

SMA Diponegoro memiliki 6 buah ruang kelas dan 1 perpustakaan, namun tidak memiliki kelas laboratorium.

Saat ini SMA Diponegoro di Kediri ini memiliki akreditasi B.

Akreditasi tersebut diketahui dengan nilai 86 sejak tahun 2021 dari BAN-S/M sekolah/madrasah.

Baca Juga: Fasilitas Mewah Jakarta Intercultural School, Sekolah SD Termahal di Indonesia: Biayanya Seharga 1 Mobil Pajero Sport Rp 496,5 Juta  

Kemudian, sekolah ini tidak menggunakan akses internet atau wifi dan hanya menggunakan daya listrik sebesar 1.307 watt dari PLN.

Sekarang sekolah menengah atas ini masih menggunakan kurikulum belajar SMA 2013 IPS.

Perlu diketahui bahwa sekolah ini hanya memiliki 10 guru yang terdiri dari 8 guru dan 2 tenaga pendidik.

Baca Juga: Aktor Drama Korea Penthouse Um Ki Joon Umumkan Pernikahannya dengan Pacar pada Bulan Desember Mendatang

Sementara itu, untuk jumlah siswa di sekolah menengah atas ini juga sangat sedikit.

Biasanya jumlah siswa di SMA lain bisa mencapai ribuan, namun SMA Diponegoro bahkan tidak mencapai ratusan.

Siswa dan siswi di sekolah ini hanya mencapai 47 orang secara keseluruhan.

Baca Juga: Rumah Sakit Terakhir di Gaza Berisiko Runtuh Gegara Penutupan Penyeberangan Rafah, IDF Meningkatkan Jumlah Pasukan?

Dengan jumlah tersebut, bisa dibilang sekolah ini menjadi sekolah tersepi di kota tahu ini.

Mengingat sekolah-sekolah lain yang jumlah siswanya lebih dari seribu.

Dengan jumlah murid tersebut, SMA Diponegoro ini memiliki jumlah rombongan belajar sebanyak 5.***

 

Rekomendasi