Mengapa Dilarang Berpuasa Saat Hari Tasyrik Idul Adha? Simak Hukum dan Penjelasan Lengkapnya

inNalar.com – Hari tasyrik Idul Adha merupakan salah satu hari dimana umat Islam diharamkan untuk berpuasa.

Momen tibanya hari tasyrik terjadi setelah Idul Adha , berlangsung selama tiga hari lamanya tepatnya pada 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.

Terdapat banyak pertanyaan mengapa dilarang berpuasa saat hari tasyrik Idul Adha untuk kalangan umat Islam.

Namun terdapat pula hukum dan penjelasan yang menjadi jawaban alasan ketika hari tasyrik Idul Adha dilarang berpuasa.

Baca Juga: 5 Bumbu Rendang Pilihan dan Cara Membuatnya agar Daging Empuk serta Lezat, Idul Adha 2022 Pun Semakin Semarak

Penyebutan Tasyrik dikarenakan pada hari-hari itu daging kurban sedang di dendeng, dimasak lezat, sehingga dilarang untuk berpuasa.

Hal ini diperjelas sebagaimana dalam kitab Mausu’ah Fiqhiyyah Kuwaitiyah, 320:

أَيَّامُ التَّشْرِيقِ عِنْدَ اللُّغَوِيِّينَ وَالْفُقَهَاءِ ثَلاثَةُ أَيَّامٍ بَعْدَ يَوْمِ النَّحْرِ ، قِيلَ : سُمِّيَتْ بِذَلِكَ لأَنَّ لُحُومَ الأَضَاحِيِّ تُشَرَّقُ فِيهَا ، أَيْ تُقَدَّدُ فِي الشَّمْسِ

Artinya, “Hari Tasyrik menurut ahli bahasa dan ahli fiqh adalah tiga hari setelah hari kurban (hari raya Idul Adha). Dinamakan tasyrik karena daging-daging kurban didendeng (dipanaskan di bawah terik matahari) pada hari-hari itu”.

Selain itu dalam hadits lain juga dijelaskan terkait hari tasyrik sebagai berikut:

عَنْ نُبَيْشَةَ الْهُذَلِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ

Artinya: “Dari Nubaishah, ia berkata, Rasulullah bersabda: Hari-hari tasyrik adalah hari makan dan minum” (HR. Muslim no. 1141).

Baca Juga: Profil Shinzo Abe, Eks PM Jepang yang Tewas Ditembak Orang Tidak Dikenal di Nara, dari Anggota DPR hingga PM

Sedangkan dalam musnad Ahmad juga terdapat penjelasan terkait hari tasyrik, sebagai berikut:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ حُذَافَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَهُ أَنْ يُنَادِيَ فِي أَيَّامِ التَّشْرِيقِ أَنَّهَا أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ

Artinya, “Dari Abdullah bin Hudzafah sesungguhnya Nabi Muhammad menyuruhnya untuk mengumumkan di Hari Tasyrik bahwa hari-hari itu merupakan hari makan minum”. (HR. Ahmad)

Hari tasyrik sangat istimewa untuk memasak, makan, membagikan daging qurban, dan tentunya mengolah daging menjadi makanan lezat.

Melihat beberapa referensi tersebut maka sudah sangat jelas alasan ketika hari tasyrik umat Islam dilarang untuk berpuasa.***

Rekomendasi