

inNalar.com – Ustadz Abdul Somad sebutkan ada banyak orang yang disesatkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan banyak pula orang yang diberikan hidayah oleh-Nya.
Ustadz Abdul Somad atau yang biasa disingkat menjadi UAS, memberikan contoh orang yang disesatkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala ialah ketika ada sekelompok orang yang asyik nongkrong di satu tempat, tetapi mereka tidak melaksanakan sholat.
Menurut Ustadz Abdul Somad, alasan terjadinya sikap semacam itu, karena mereka disesatkan Allah subhanahu wa ta’ala.
Kemudian Ustadz Abdul Somad memberikan contoh orang yang diberikan hidayah oleh Allah subhanahu wa ta’ala.
Orang yang diberikan hidayah oleh Allah subhanahu wa ta’ala adalah sekelompok orang yang membulatkan tekadnya untuk menghadiri majelis taklim, sebagaimana Ustadz Abdul Somad pun menunjuk para hadirin jamaah kajian ceramahnya.
Dalam perkataannya, Ustadz Abdul Somad berpandangan bahwa bentuk kesesatan yang terjadi di zaman dahulu dengan sekarang sangat berbeda.
Baca Juga: Hati-hati Dayyuts! Ustadz Abdul Somad Ingatkan Wanita Tutup Aurat dengan Hijab Sebelum Azab Datang
Menurutnya, kesesatan yang terjadi pada masa sekarang cenderung menggunakan dalil yang justru dapat bersifat manipulatif.
Lebih lanjut, dijelaskan oleh Ustadz Abdul Somad, bahwa ayat yang menyatakan bahwa ada orang yang disesatkan dan juga diberikan hidayah oleh Allah subhanahu wa ta’ala artinya bukan berarti itu bisa menjadi pembenaran dalam dirinya saat bermaksiat bahwa hal tersebut adalah bagian dari ketetapan Allah, bukan seperti itu.
Pasalnya, masih ada kelanjutan dari ayat yang dimaksudkan. Yaitu, orang yang diberikan kesesatan oleh Allah adalah mereka yang fasik.
Ustadz Abdul Somad menjelaskan bahwa orang yang fasik adalah mereka yang mengetahui kebenaran, tetapi tidak mau melakukannya, sehingga yang demikian itu Allah subhanahu wa ta’ala sesatkan mereka.
Ustadz Abdul Somad kembali menegaskan bahwa kesesatan yang terjadi pada diri mereka ialah bukan karena ditetapkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala sepenuhnya, melainkan karena mereka tidak mau tahu dengan kebenaran yang ada.
Jadi, menurut penjelasan Ustadz Abdul Somad, orang yang disesatkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala itu menjadi hukuman bagi mereka.
Baca Juga: Manchester City ‘Anak Tirikan’ Joao Cancelo, Barcelona dan Real Madrid Siap Boyong
Pasalnya mereka tak mau tahu dengan adanya kebenaran di hadapan mereka, ujarnya.
Contoh nyata yang diuraikan oleh Ustadz Abdul Somad terkait siapa yang dimaksud dengan orang yang disesatkan ialah sebagai berikut.
Da’i asal Riau ini memberi contoh, yaitu ketika para penceramah telah berusaha menasihati seseorang agar tidak tidur terlalu malam supaya bisa datang ke masjid melaksanakan sholat subuh berjamaah.
Baca Juga: Sering Menjadi Korban Rasisme, Vinicius Junior: Rasisme adalah Hal Normal di Liga Spanyol!
Namun, ternyata imbauan tersebut tak dilakukannya dan pada akhirnya orang tersebut pun akhirnya bangun kesiangan, begitulah contoh orang yang disesatkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala.
Ustadz Abdul Somad menyebut yang demikian itu barulah hukuman dunia, belum di akhirat.
Jadi, orang yang disesatkan Allah subhanahu wa ta’ala itu adalah bentuk hukuman yang diberikan,
“Dikasih telinga tak digunakan untuk mendengar, dikasih mata ia pun tak mau menengok, dikasih hati dan otak tak digunakannya untuk berpikir,” ujar Ustadz Abdul Somad. ***