Menelan Dana Rp16,21 triliun, Jalan Tol di Riau Ini Dilengkapi Dengan Terowongan Gajah yang Didesain Khusus

inNalar.com – Riau merupakan salah satu provinsi dengan tingkat mobilitas masyarakat yang cukup tinggi.

Maka dari itu, jalan tol di Riau ini berperan sangat penitng untuk konektivitas antar daerah.

Salah satu ruas tol di Riau yang cukup dinanti-nanti adalah Tol Pekanbaru Dumai.

Baca Juga: Menyusuri Tol Pekanbaru Dumai, Pengendara Bisa Melewati Ruas Ini Dengan Panorama Satwa yang Unik: Tidak Ada di Tempat Lain!

Tol Pekanbaru Dumai merupakan sambungan dari jalan tol Rengat Pekanbaru.

Setelah itu, jalan tol ini akan berlanjut ke ruas tol Dumai Rantau Prapat.

Pembangunannya terbagi atas 6 seksi yang secara keseluruhan membentang sepanjang 131,48 km.

Baca Juga: Healing Mudik Lewat Trans Sumatra, 2 Jalan Tol Panoramik di Sumatera Utara Ini Punya Panorama Eksotis Penyegar Mata Loh

Jalan tol Pekanbaru Dumai mulai dibangun pada tahun 2017 dan diresmikan pada tahun 2020 silam.

Dilansir inNalar.com dari Kementerian PUPR, jalan tol ini memperendek jarak tempuh dari Pekanbaru ke Dumai.

Sebelum ada tol ini, jalan nasional yang harus ditempuh jaraknya 200 Km.

Baca Juga: Habiskan Dana Rp5,4 Triliun, Jalan Tol Bocimi di Jawa Barat Ini Malah Sempat Longsor, Kok Bisa?

Setelah ada tol Pekanbaru Dumai, jarak yang harus kalian tempuh hanyalah 131 Km saja.

Kehadiran jalan tol senilai Rp16,21 triliun ini terhubung dengan kawasan-kawasan produktif akan dapat mengurangi biaya logistik.

Selain itu juga akan meningkatkan daya saing produk dalam negeri sehingga akan memacu pertumbuhan ekonomi kawasan dan menciptakan pusat-pusat ekonomi baru di Sumatera.

Baca Juga: Peras Anggaran Rp10,6 Triliun, Ruas Tol di Jawa Barat Ini Malah Sempat Diblokir Warga Jatikarya, Alasannya…

Uniknya, dengan biaya sebesar itu, Tol Pekanbaru Dumai dilengkapi oleh empat terowongan perlintasan gajah sebagai bentuk harmonisasi infrastruktur dengan alam.

Terowongan gajah disiapkan dengan bentang 25 hingga 45 meter dan tinggi 5,1 meter serta tanaman hijau agar menyerupai habitat asli.

Terowongan ini dibangun karena pada Seksi IV Kandis Utara Duri ruas tol melintasi Kawasan Suaka Margasatwa Balai Raja dan Siak Kecil.

Baca Juga: Progres Megaproyek Jalan Tol di Aceh Rp12,94 Triliun Ngadat 3 Tahun, Akhirnya Momen Ini Jadi Pelecutnya

Kedua lokasi tersebut merupakan koridor perlintasan Gajah Sumatera dengan jumlah populasi sekitar 50 ekor.

Tak heran bila para pengendara yang beruntung bisa melihat gajah-gajah dari lintasan tol.

Namun, pengelola jalan tol ini juga menghimbau para pengendara untuk tidak berhenti di pinggir jalan tol untuk melihat gajah.***

 

Rekomendasi