Menarik Banyak Wisatawan, Perubahan Jalan Trans Papua Barat Gelontorkan Dana Lebih dari Rp5 Triliun

InNalar.com Perkembangan Jalan Trans Papua Barat saat ini semakin nyaman untuk digunakan oleh para pengguna jalan menuju tempat wisata.

Melansir dari binamarga.pu.go.id, Ditjen Bina Marga melalui BPJN Papuar Barat upaya pembangunan ini masih berlanjut.

Beliau mengungkapkan saat ini masih terus berupaya untuk membangun dan memelihara jalan dan jembatan untuk mempermudah akses ke tempat wisata.

Baca Juga: Bagian dari Peradaban Atlantis? Ungkap Tembok Raksasa Misterius di Laut Papua yang Panjangnya Hingga 110 km

Beberapa program unggulan atau pekerjaan yang diprioritaskan pada jalur utama Trans Papua yang menjadi kewenangan BPJN Papua Barat.

Jalur Trans Papua ini menghubungkan Trans Papua Segmen 1 dan Segmen 2 secara seluruhnya sejak akhir tahun 2017.

Jalur Trans Papua ini mempunyai 49 ruas jalan dengan total panjang 1.335,29 km dengan dibagi menjadi dua.

Baca Juga: Kalahkan Perkotaan! Distrik Agats Daerah di Provinsi Papua Ini Dijuluki Kota Motor Listrik, Kok Bisa?

Pola penanganan ini membagi menjadi dua segmen. Segmen I dibuat dari Sorong ke Manokwari sepanjang 547.81 km.

Sementara Segmen II menghubungkan dari perbatasan Papua Barat ke Papua Tengah sekitar 524 km.

Kedua Segmen ini melintasi beberapa tempat wisata yang berada di Provinsi Papua Barat, sehingga menarik banyak wisatawan.

Baca Juga: Kota Unik di Papua Ini Dibangun di Atas Ribuan Kayu dan Jadi Penghasil Ukiran Kelas Dunia, Coba Tebak!

Banyaknya tempat wisata di daerah sekitar jalan trans Papua ini menambah daya tarik wisatawan yang melihat dan berkunjung kesana.

Pembangunan jalan trans Papua Barat ini mengucurkan anggaran sebesar lebih dari Rp 5 triliun.

Selain itu jalan trans Papua yang dulunya merupakan jalan kabupaten sekarang berubah menjadi jalan nasional.

Tidah hanya menarik bagi para wisatawan, adanya jalan trans Papua ini menambah dampak positif bagi masyarakat.

Antara lain yaitu adanya berbagai aktivitas ekonomi baru, banyaknya pemukiman, perkebunan, dan lain-lain.

Adanya jalan trans Papua ini dianggap meratakan ekonomi karena terbukanya akses-akses ke seluruh wilayah.

Tidak hanya dari segi wisata, ekonomi dan kegiatan masyarakat, jalan ini juga membuat danpak positif bagi pendidikan dan kesehatan. ***

 

Rekomendasi