

inNalar.com – Menaker Ida Fauziyah hadiri pembukaan ASEAN Para Games, berharap ASEAN menjadi komunitas inklusif.
Dalam kunjungannya pada Pembukaan ASEAN Para Games Sabtu 30 Juli 2022, Menteri Ida Fauziyah menyampaikan pesannya.
Menteri Ida Fauziyah menyatakan dengan adanya pelaksanaan ini menunjukan negara di ASEAN dapat menunjukan komitmennya dalam kesetaraan.
“Pelaksanaan ASEAN Para Games ini menunjukan bahwa negara di ASEAN memiliki komitmen yang sama dalam menghadirkan kesetaraan dan inklusivitas bagi semua,” jelasnya.
Baca Juga: Timnas U-16 Bersiap Melawan Negara Tetangga Pada Piala AFF U-16, Ini Persiapan yang Dilakukan
Dalam kesempatannya Menteri Ida Fauziah ditemani oleh Wapres Ma’ruf Amin dan jajarannya.
Pembukaan tersebut dilakukan di Stadion Manahan, Solo, Surakarta beberapa waktu lalu,
Gerakan olahraga ini diharapkan dapat memperkuat jati diri ASEAN sebagai komunitas yang inklusif.
Dalam kesempatannya Wapres Ma’ruf Amin juga menyampaikan bahwa terselenggaranya ajang ini untuk menumbuhkan kesetaraan.
Namun para atlet juga harus membuktikan bahwa untuk meraih prestasi harus lebih kuat daripada hambatan yang dihadapi.
Baca Juga: Cuaca Panas di Jepang Semakin Ekstrim, Badan Meteorologi: Jangan Olahraga Dulu
Negara yang mengikuti ajang ini juga harus menunjukan bahwa negara di ASEAN memiliki komitmen dalam kesetaraan.
Menteri Ida Fauziyah selalu menekankan tentang kesetaraan dalam pidatonya.
Yaitu untuk tidak menganggap remeh para atlet yang rata-rata memiliki kekurangan fisik dan mental.
Menteri Ida Fauziyah juga menjelaskan tentang kesetaraan dan inklusivitas di segala aspek kehidupan manusia.
Menurutnya, inklusivitas juga harus dimuat dalam aspek-aspek lainnya seperti di bidang ketenagakerjaan.
Penyandang disabilitas juga sudah diberikan pemerintah untuk memiliki komitmen yang tinggi dan berpihak kepada mereka.
Maka dari itu, pemerintah juga mengungkapkan isi pasar kerja inklusif hingga kepada forum Employment Working Group (WGO) G20.
Untuk menciptakan pasar yang inklusif ini pemerintah juga melibatkan banyak negara dan beberapa pihak.
Untuk itu mereka mendorong isu ini kedalam EWG G20, guna menciptakan pasar kerja inklusif.
Pasar kerja inklusif berlaku untuk siapa saja serta memberikan kebebasan kepada penyandang disabilitas.***