
inNalar.com – Cita-cita Pemerintah Indonesia dalam menggapai bonus demografi di tahun 2045 gemuruhnya begitu keras digaungkan.
Tidak sedikit kebijakan prioritas Presiden Prabowo Subianto erat dikaitkan dengan ambisi bonus demografi yang hasilnya pun masih terkesan semu bagi siapa pun yang mengamatinya.
Namun siapa sangka, di antara banyaknya garis haluan yang diterapkan oleh Pemerintah RI, ternyata kebijakan Abdul Mu’ti lah penentu terbesar keberhasilannya.
Baca Juga: Kantor BPSDM Lampung Bakal Dibidik Jadi Lokasi Sementara Realisasi Program Sekolah Rakyat
Hal ini disebabkan karena dua kunci utama yang menjadi PR besar bagi negara kita adalah SDM dan ketahanan industri.
Berbicara mengenai ketahanan industri sendiri, sebagai WNI kita perlu berbangga. Pasalnya, negara kita berhasil masuk 10 besar negara dengan manufaktur terbesar di Indonesia menurut Portal Informasi Indonesia indonesia.go.id.
Namun bagaimana dengan sayap pendidikan yang notabene menjadi fondasi pengokoh kemajuan SDM? Apakah sudah on track menuju persiapan bonus demografi di tahun 2045 nantinya?
Mari kita ungkap segelintir realita pahit di negeri kita, sebanyak 375 siswa SMP di Buleleng, Bali teridentifikasi masih kesulitan dalam membaca, menulis, dan berhitung (calistung).
Meski tingkat minat baca anak Indonesia menunjukkan adanya peningkatan nilai dari yang sebelumnya 66,7 menjadi 72,44.
Namun UNESCO masih menilai tingkat minat baca anak RI masih relatif lebih rendah karena di antara 1.000 anak, hanya satu yang rajin membaca.
Baca Juga: Pemerintah Tetap Gaskeun MBG Setelah Keracunan Massal di Kota Bogor, Begini Faktanya!
Mendikdasmen Abdul Mu’ti, dalam hal ini, dipandang sebagai salah satu sosok hero. Pasalnya, kebijakan penghapusan seleksi universitas berdasarkan nilai rapor dinilai akan membawa mindset negara kita selangkah lebih maju menuju kualitas SDM yang unggul.
Selain itu, pengembalian kebijakan yang mensyaratkan kompetensi IPA bagi pendaftar kuliah sains dan semacamnya dianggap mampu mendukung percepatan kualitas menuju bonus demografi Indonesia.
Langkah-langkah yang diputuskan Abdul Mu’ti dinilai sebagai cara positif dan efisien untuk menajamkan kompetensi individu demi output siap kerja di lingkungan global.
Konten Kreator yang cukup vokal terhadap permasalahan pendidikan dan politik bernama Cania Citta, melalui akun YouTube resmi pribadinya membeberkan bahwa bonus demografi hanya akan benar-benar menjadi bonus jika SDM dan sistemnya dikelola dengan benar.***