

inNalar.com – Indonesia memiliki banyak sekali gunung pendakian di berbagai pulau yang terkenal dengan ciri khasnya masing masing.
Seperti Provinsi Riau yang terkenal dengan berbagai kerajaan Melayunya itu ternyata memiliki gunung pendakian yang sangat unik yaitu Gunung Daik.
Gunung Daik termasuk gunung pendakian yang sangat populer hingga menjadi pemenang Anugerah Pesona Indonesia (API) pada tahun 2018.
Sesuai dengan namanya, Gunung Daik berada di Desa Daik, Kabupaten Lingga, Provinsi Riau.
Dilansir inNalar.com dari berbagai sumber Gunung Daik menjadi lambang dari Kabupaten Lingga dan merupakan gunung tertinggi yang ada di Provinsi Riau.
Kata Daik diambil dari salah satu sungai yang mengalir dan bermuara di selatan pulau Lingga, di samping itu juga Daik merupakan kawasan perkampungan yang bera di antara sungai Daik dan sungai Tanda.
Keunikan yang dimiliki gunung pendakian ini adalah memiliki puncak bercabang tiga dan itulah yang menjadi ciri khas dari Gunung Daik tersebut.
Puncak cabang tiga itu diumpamakan seperti gigi naga yang diambil dari kata Lingge yaitu ling yang berarti naga dan ge yang berarti gigi.
Tiga puncak tersebut memiliki nama tersendiri diantaranya Puncak Gunung Daik, Puncak Gunung Pejantan dan Puncak Gunung Cindai Menangis.
Memiliki keunikan yang tidak biasa, Gunung Daik menjadi terkenal di Indonesia bahkan di negara tetangga yaitu Malaysia.
Baca Juga: Unik! Di luar Kawasan Cincin Api, Ada Gunung Berapi Terpencil di Dekat Pulau Sulawesi Tengah
Gunung Daik ini juga tidak lepas dari cerita legenda masyarakat, ceritanya pun memiliki tiga versi diantaranya pertapaan Raja Indragiri, kematian Datuk Kaya Montel, dan pertarungan Datuk Kaya Kuning dengan Mak yah.
Selain itu, masyarakat sekitar juga percaya bahwa gunung pendakian ini pernah didiami oleh orang orang bunian yang dihormati oleh orang Melayu zaman dulu.
Melalui berbagai cerita legenda gunung daik juga tidak lepas dengan aktivitas pendakian, karena memiliki pemandangan unik yang menggoda para pendaki.
Gunung Daik memiliki ketinggian 1.165 MDPL dan tingkat kecuraman 0-10 derajat menjadi tantangan besar untuk para pendaki.
Para pendaki akan mengalami kesusahan ketika mendaki Gunung Daik ini karena rute yang dilewati sangat basah dan licin serta batu kapur yang berada di puncaknya juga sangat rapuh. ***