Membentang Sepanjang 504 Meter, Jembatan Tertua di Provinsi Jambi Ini Jadi Saksi Bisu Berbagai Sejarah

inNalar.com – Jembatan merupakan salah satu infrastruktur yang pembangunannya bertujuan untuk menghubungkan suatu wilayah dan salah satunya ada di Jambi.

Sebenarnya di Provinsi Jambi sendiri terdapat beberapa jembatan mengingat ada sungai-sungai besar yang membentang di wilayah ini.

Salah satu jembatan yang ada di Jambi ini menjadi jembatan tertua yang ada di provinsi ini.

Baca Juga: Tidak Hanya Bugis, Inilah 8 Suku di Sulawesi Selatan yang Budayanya Tersebar di 24 Kabupaten

Jembatan tertua di Jambi tersebut adalah jembatan Aur Duri yang membentang di atas Sungai Batang Hari.

Jembatan Aur Duri ini berlokasi di Kota Jambi, Provinsi Jambi dan menghubungkan Kota Jambi dengan Kecamatan Aur Birugo Boleh.

Pembangunan jembatan ini dulunya dipercayakan oleh PT Waskita Karya pada tahun 1989.

Baca Juga: Waspadalah! Terdapat 4 Daerah di Jawa Timur dengan Kasus Kejahatan Tertinggi, Ternyata Ada Kota Wisata Juga

Kemudian, setelah pembangunannya rampung, jembatan ini diresmikan langsung oleh Presiden Soeharto.

Pada saat itu, pembangunan jembatan ini menelan biaya sekitar Rp3,5 miliar.

Jembatan Aur Duri ini memiliki panjang sekitar 300 meter dengan lebar 6 meter membentang di atas sungai Batanghari.

Baca Juga: Mengejutkan! Ternyata Bukan Hanya Surabaya Saja, Inilah 4 Daerah Paling Makmur yang Ada di Jawa Timur

Jembatan ini memiliki bentuk arsitekur yang unik dan menarik yakni bentuknya yang melengkung.

Hal tersebut membuat jembatan Aur Duri ini terlihat artistik dan elegan jika dipandang.

Berbicara mengenai sejarah, pada tahun 1947 silam terdapat perstiwa pengeboman oleh pesawat Belanda yang mana peristiwa tersebut menghancurkan sebagian jembatan Aur Duri.

Lalu, jembatan tersebut dibangun kembali pada masa pemerintahan presiden Soeharto dan kokoh hingga saat ini.

Pada tahun 2020 lalu, pemerintah Kota Jambi melakukan revitalisasi pada jembatan ini hingga menghabiskan dana Rp19 miliar.

Proses revitalisasi jembatan tersebut mulai dilakukan pada tahun 2020 dan rampung pada tahun 2021 lalu.***

 

 

Rekomendasi