

inNalar.com – Tol Pasuruan Probolinggo merupakan salah satu ruas tol di Jawa Timur.
Sesuai namanya, Tol Pasuruan Probolinggo menghubungkan kedua daerah tersebut.
Jalan tol ini merupakan bagian dari jalan tol yang menghubungkan antar kota utama di Jawa Timur yaitu Surabaya-Banyuwangi.
Jalan Tol ini terhubung dengan Jalan Tol Gempol-Pasuruan di sebelah barat.
Jalan tol Pasuruan Probolinggo mulai dibangun pada tahun 2016 yang terbagi atas 4 seksi.
Seksi I, II, dan III yang menghubungkan antara Grati dengan Probolinggo Timur sepanjang 31,3 kilometer.
Seksi I hingga seksi III telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada April 2019 lalu.
Sedangkan, untuk seksi IV antara Probolinggo Timur hingga Gending sepanjang 9 kilometer mulai beroperasi sejak tahun 2023.
Untuk pembangunan tol sepanjang 40 km ini, pemerintah rela mengucurkan dana sebesar Rp1,22 km.
Baca Juga: Tol Dumai Rantau Prapat Terpental dari Daftar PSN, Riau dan Sumatera Utara Terancam Gagal Terhubung
Keberadaan tol ini, tentunya menjadi penunjang untuk kemajuan ekonomi di Jawa Timur.
Dilansir inNalar.com dari Antaranews, jalan tol Pasuruan Probolinggo menjadi alternatif logistik dari Surabaya menuju Jember dan Banyuwangi.
Meskipun demikian, dalam proses pembangunanna, ruas tol ini sempat alami beberapa kendala.
Bahkan hal tersebut sempat membuat pembangunan jalan tol ini tak beroperasi.
Hal tersebut ditengarai warga Desa Klampok, Kecamatan Tongas menuntuk pihak PT Waskita dan Kementerian PUPR membangunkan jalan tembusan menuju sawah warga.
Warga pun sempat memblokir jalan pantura Probolinggo Pasuruan.
Dulunya, terdapat 4 jalan setapak yang digunakan warga untuk menuju ke lokasi sawahnya.
Namun, dengan adanya pembebasan lahan, jalan setapak tersebut tidak bisa dilewati lagi.
Dari pihak pengelola, mereka telah merencanakan pembangunan frontage di samping kiri dan kanan jalan tol.
Dengan begitu, para petani bisa menggunakan jalan selebar 2 meter dengan panjang 900 meter untuk akses ke sawah.***