Memaknai Bulan Syawal Sebagai Penyempurna, Buya Yahya Ajak Pahami Ungkapan Minal ‘Aidin Wal Faizin


inNalar.com –
Buya Yahya, seorang ulama ternama Indonesia, mengajak kita sebagai umat Islam untuk memanfaatkan bulan Syawal sebaik mungkin, mengingat betapa pentingnya bulan setelah Ramadhan ini.

“Jadikanlah bulan Syawal sebagai penyempurna dari apa yang sudah kita mulai di bulan Ramadhan,” kata Buya Yahya.

Selanjutnya, Buya Yahya menerangkan bahwa alasan pentingnya bulan Syawal adalah karena bulan tersebut merupakan bulan penyempurna dari apa yang telah diusahakan oleh kita di bulan Ramadhan.

Baca Juga: Lebih Utama Mana Puasa Qadha dan Puasa Syawal? Buya Yahya Jelaskan Hukumnya di Sini

Buya Yahya pun menjelaskan keterkaitan bulan Syawal dengan makna ungkapan “Minal ‘Aa’idiina wal Faa’iziina” yang artinya (semoga kita termasuk ke dalam) orang-orang yang kembali kepada Allah subhanahu wa ta’ala dengan pengampunan dan kembali kepada Allah sebagai orang-orang yang menang (dengan meraih pahala yang berlipat)

Sehingga, sebagaimana penjelasan Buya Yahya di atas, selama bulan Ramadhan, kita telah berusaha untuk meningkatkan ibadah dan hubungan baik dengan Allah dan sesamanya. Kemudian, kita diajak untuk memperkuat silaturahmi dengan keluarga besar dan menjaga hubungan baik dengan sesamanya di bulan Syawal.

Demikian itulah mengapa Buya Yahya menyebut bulan Syawal sebagai penyempurna dari apa yang telah diupayakan di bulan Ramadhan.

Baca Juga: Buya Yahya Ungkap Cara Mendapat Sisa Keberkahan Ramadhan dan Idul Fitri

Meski begitu, Buya Yahya mengingatkan bahwa selama proses membangun hubungan baik dengan manusia, hendaknya hubungan baik dengan Allah pun tidak kita abaikan. Pasalnya, ulama kibar Indonesia ini berpandangan bahwa masih banyak dari kita yang terlalu bersemangat dalam silaturahmi di bulan Syawal, tetapi dalam mewujudkannya masih mengabaikan larangan-larangan Allah.

Contohnya adalah ketika sebuah keluarga yang mengadakan kegiatan pertemuan besar dalam rangka silaturahmi di bulan Syawal, yang sering disebut sebagai “halal bi halal“.

Seringkali kegiatan tersebut mengabaikan waktu shalat, pakaian yang dikenakannya pun tidak memperhatikan tuntunan Islam, dan penyajian makanan yang cenderung berlebihan.

Baca Juga: Ustadz Hilman Fauzi Ungkap 6 Perkara yang Wajib Dihindari saat Idul Fitri:, Dosanya Besar: Berjabat Tangan

Hal-hal yang demikian itulah, menurut Buya Yahya, perlu untuk diperhatikan oleh kita sebagai umat Islam. Pasalnya, menjadi orang yang beruntung di bulan Ramadhan bukan hanya tentang seberapa banyak ibadah yang dilakukan pada bulan tersebut, tetapi juga tentang bagaimana diri kita pada bulan-bulan setelahnya.

Buya Yahya menjelaskan bahwa orang yang beruntung di bulan Ramadhan dapat dilihat dari bagaimana kita menyempurnakan bulan Syawal.

Setelah itu, Buya Yahya menyebutkan satu tanda penting yang dapat menjadi refleksi kita bersama di bulan Syawal sekaligus menjadi tanda keberhasilan kita mendapatkan keutamaan Ramadhan, terlebih keistimewaan lailatul qadar.

Baca Juga: Memaknai Hari Raya Idul Fitri Lebih Luas, Quraish Shihab Sebut Lebaran Bukanlah Hari Kemenangan

Tanda keberhasilan seseorang di bulan Ramadhan dan dirinya disempurnakan pada bulan Syawal, sebagaimana yang dimaksud oleh Buya Yahya, adalah ketika kita mampu untuk “istiqomah”.

Jika kita mampu menjaga keistiqomahan dan terus meningkatkan kualitas diri, maka kita termasuk ke dalam golongan orang yang beruntung di bulan Ramadhan dan bulan Syawal menjadi penyempurna bagi kita.

Dengan demikian, mari kita manfaatkan bulan Syawal dengan sebaik mungkin, agar pada bulan ini amalan kita dapat disempurnakan oleh Allah dan senantiasa menjadi pribadi yang semakin baik setiap tahunnya.***

 

Rekomendasi