

JEMBER, inNalar.com – Pemerintah sudah menggagas pembangunan jembatan di Jember, Jawa Timur selama 6 tahun.
Nama jembatan di Jember ini terkenal mistis dan sering memakan korban.
Akhirnya jembatan tersebut resmi berganti nama pada Sabtu 12 Agustus 2023.
Adapun lokasinya sendiri berada di Dusun Ponjen Kidul, Desa Kencong, Kecamatan Kencong, Jember, Jawa Timur.
Warga sekitar menamai jalan layang itu dengan penamaan ‘Pocong’.
Menurut keterangan Kepala Desa Kencong, Ahmadi, nama tesebut diambil warga bukan tanpa alasan.
Kata pocong yang dimaksud adalah singkatan dari Ponjen-Kencong.
Pasalnya jembatan tersebut berada di Dusun Ponjen, Desa Kencong, Jember.
Penamaan jembatan pocong, rupanya memberikan dampak tersendiri bagi warga sekitar.
Banyak pihak yang menganggap bahwa jembatan ini angker, begitupun dengan pendapat masyarakat sekitar.
Dilansir inNalar.com dari Pemkab Jember, jembatan pocong memiliki lebar 10 meter dan panjang 100 meter.
Pembangunannya pun menggunakan dana APBD Jember Tahun 2018 sebesar Rp19 Miliar.
Jembatan pocong Jember diharapkan menjadi jalur alternatif untuk mengurai kemacetan di jalan provinsi.
Asal Usul Pocong dalam Mitos
Pocong menjadi salah satu entitas yang paling banyak diceritakan dalam mitos masyarakat Indonesia.
Hantu ini digambarkan berupa mayat yang terbungkus kain kafan.
Baca Juga: Google Dituduh Memonopoli Pasar, Masa Depan Internet di Ambang Perubahan Total?
Menurut mitos, kemunculan pocong mengindikasikan bahwa mereka meminta pertolongan agar dibukakan ikatan kain kafan.
Wujudnya sendiri memiliki wajah yang hitam dan mata merah.
Ada yang mengatakan bahwa wajahnya rata dengan mata yang berongga.
Baca Juga: GOOD BYE! 4 Hewan Ini Dipastikan Punah Sebelum Tahun 2050, Salah Satunya Macan Tutul
Lantas bagaimana asal usul munculnya Pocong dalam Mitos Jawa? Berikut penjelasannya.
Mitos mengatakan bahwa kemunculan Pocong terjadi ketika dalam 40 hari kematian seseorang,
Mayat akan bangkit dn meminta ikatan kafannya dilepasa agar jiwa mereka bebas dari dunia ini.
Kemunculannya sendiri berawal dari adanya asap di kuburan seseorang.
Asap ini akan menjelma menjadi sosok makhluk-makhluk kecil.
Sosok-sosok tersebut kemudian akan menyebar ke arah kaki dn kepala mayat.
Lalu mulai membentuk wujud pocong yang akan mulai menghantui warga di sekitarnya.
Pocong dikatkan bergerak dengan cara melompat karena kain kafanya yang membungkus tubuh.
Namun ada juga yang mengatakan bahwa pocong dapat melayang.
Baca Juga: Inilah Fakta Unik Dibalik Warna Tutup Botol Kemasan Mineral di Indonesia, Warna Biru Berarti…
Pergantin Nama Jembatan Pocong di Jember
Masyarakan Dusun Ponjen, Desa Kencong percaya bahwa penamaan jembatan pocong bisa berakibat buruk.
Salah satunya, jembatan itu sering memakan korban kejahatan.
Mulai dari begal hingga pengeroyokan yang berujung pada penusukan.
Oleh sebab itu, Pemerintah Kabupaten Jember kemudian mengganti nama jembatan pocong menjadi jembatan Grojokan.
Nama Grojokan sendiri diambil berkaitan dengan kawasan Sungan Santer yang terdapat banyak batuan padas.
Batuan itu menghampar sepanjang hampir 1 km yang berbelok-belok membentuk sebuah air terjun.
Dan kadangkala membentuk sebuah pusaran.
Masyarakat berharap dengan adanya penggantian nama jembatan yang baru ini dapat mengurangi keanggkeran lokasi.
Khusunya meminimalisir tindak kejahatan yang sebelumnya sering terjadi di Jembatan Grojokan.
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi