

inNalar.com – Artikel kunci jawaban ini hadir untuk membantu siswa kelas 9 SMP mengerjakan tugas diskusi kelompok untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Pastikan rujukan yang digunakan oleh siswa kelas 9 SMP adalah buku Bahasa Indonesia Kurikulum Merdeka ya.
Pasalnya kunci jawaban Bahasa Indonesia ini akan membahas salah satu teks berjudul “Nama Keluarga” yang ada di halaman 18, 19, 20.
Baca Juga: Alokasi Dana Desa Kabupaten Situbondo 2024 Capai Rp 150 Miliar, Pembangunan Desa Bakal Dipercepat?
Teks yang dibahas kali ini mengangkat tema sistem kekerabatan matrilineal dari Suku Minangkabau.
Dengan memahami teks ini, siswa diajak untuk mengenal dan mengeksplorasi konsep garis keturunan yang mengikuti garis ibu.
Berbeda dari biasanya, karena kebanyakan budaya penamaan nama anak biasanya menunjukkan kebiasaan patriarki.
Baca Juga: Kabar Gembira! Dana Desa Bondowoso 2024 Sudah Cair, Jumlahnya Lebih Besar dari yang Diprediksi
Selain itu, teks “Nama Keluarga” dalam buku Bahasa Indonesia halaman 18 – 19 ini juga menunjukkan kepada siswa kelas 9 SMP betapa pentingnya peran perempuan dalam sistem masyarakat Minangkabau.
Nah, artikel ini menyediakan kunci jawaban untuk membantu siswa yang hendak mengerjakan soal-soal pemahaman yang kaitannya dengan teks.
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Halaman 20
Baca Juga: Dana Desa 2024 Kabupaten Banyuwangi Cair Rp 227 Miliar, Kabat Sandang Predikat Alokasi Tertinggi
Instruksi
Teks ini mendeskripsikan sistem kekerabatan suku Minangkabau. Bacalah dengan saksama.
Setelah kalian selesai membaca teks “Nama Keluarga”, buatlah kelompok diskusi terdiri atas 3—5 orang dan bahaslah pertanyaan berikut ini
1. Siapa nama tokoh “aku”?
Baca Juga: Unik! Penghuni Kampung di Pucuk Barat Gorontalo Ini Jarang Menapak Tanah, Ternyata Karena…
Jawaban:
Nama tokoh “Aku” adalah Arifin.
2. Mengapa tokoh menggunakan nama belakang ibunya, bukan nama belakang ayahnya?
Jawaban:
Tokoh menggunakan nama belakang ibunya karena suku Minangkabau menganut sistem kekerabatan matrilineal.
Dalam sistem kekerabatan matrilineal, garis keturunan anak ditetapkan berdasarkan garis keturunan ibunya, sehingga marga anak mengikuti marga ibunya.
3. Sebaiknya setiap anak mencantumkan nama keluarganya. Apakah kalian setuju?
Jawaban:
Jawaban ini bisa berbeda-beda tergantung pada pendapat masing-masing individu, ya.
Jika kalian setuju, berikut jawabannya.
Setuju, alasannya adalah karena mencantumkan nama keluarga dapat memperkuat identitas dan hubungan dengan keluarga besar, serta memudahkan pelacakan silsilah dan asal-usul keluarga.
Jika kalian tidak setuju, berikut jawabannya.
Tidak setuju, alasannya adalah karena penggunaan nama keluarga tidak selalu mencerminkan identitas atau kedekatan emosional seseorang dengan keluarga.
Nama pribadi dapat lebih mencerminkan identitas individu.
4. Berdasarkan pemahaman kalian terhadap bacaan, jelaskan dengan singkat makna dari sistem kekerabatan matrilineal.
Jawaban:
Sistem kekerabatan matrilineal adalah sistem yang menetapkan garis keturunan berdasarkan ibu.
Dalam sistem ini, warisan, nama keluarga, dan status sosial diturunkan melalui garis keturunan ibu.
Perempuan dalam sistem kekerabatan matrilineal ini memiliki peran penting dalam keluarga serta masyarakatnya.
5. Menurut kalian, apa pesan yang hendak disampaikan penulis cerita “Nama Keluarga”?
Jawaban:
Pesan yang hendak disampaikan oleh penulis adalah pentingnya memahami dan menghargai warisan budaya dan sistem kekerabatan dalam masyarakat.
Meskipun tinggal jauh dari kampung halaman, pengetahuan dan penghargaan terhadap budaya asal dapat memperkuat identitas pribadi dan keluarga.
Selain itu, cerita ini juga mengajarkan tentang keberagaman budaya di Indonesia, serta bagaimana setiap sistem kekerabatan memiliki nilai dan keunikan tersendiri.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi