Memahami Perbedaan Rukyat dan Hisab, Dua Metode untuk Menentukan Awal Puasa Ramadhan 2023


inNalar.com
– Tak terasa sebentar lagi kita akan bertemu kembali dengan bulan suci Ramadhan 2023, bulan yang penuh dengan keberkahan.

Berbicara mengenai bulan Ramadhan 2023, maka Kita tidak akan lepas dalam penentuan awal puasa ramadhan.

Di Indonesia terkadang di setiap tahunnya akan ada perbedaan dalam penentuan awal bulan Ramadhan. Mengapa demikian?

Baca Juga: Ini Alasan Buah Kurma Dianjurkan untuk Buka Puasa Ramadhan 2023, Bukan Hanya Mengikuti Sunnah Nabi, tapi…

Dalam penentuan awal puasa di bulan ramadhan, ada 2 metode yang digunakkan, yaitu,rukyat dan hisab. Pada dasarnya kedua metode inilah yang mengakibatkan perbedaan penentuan awal puasa ramadhan.

Lalu sebetulnya apa itu metode rukyat dan hisab ? Kenapa ada orang – orang yang menggunakkan metode rukyat dan ada pula ada yang menggunakan metode hisab?

Jika kita bedah dari asal kata nya, rukyat berasal dari bahasa arab “al-ara’a” yang artinya melihat dengan mata. Sedangkan hisab, berasal dari bahasa arab “ hasiba-yashabu-husbanan/hisaban yang artinya perhitungan.

Baca Juga: 20 Link Twibbon Kartu Ucapan Ramadhan 2023, Cocok Untuk Mempercantik Tampilan Media Sosial

Rukyatul hilal adalah sebuah metode yang digunakkan sekelompok orang untuk menentukkan awal puasa ramadhan dengan cara melihat/mengamati matahari terbenam secara langsung atau bisa menggunakkan alat bantu seperti teleskop.

Penggunaan metode rukyatul hilal untuk melihat awal puasa ramadhan biasanya dilakukan pada tanggal 29/30 sya’ban.

Biasanya rukyatul hilal dilakukan oleh orang-orang yang sudah paham serta memiliki pengetahuan tentang ilmu astronomi karena membutuhkan keahlian khusus dalam melihat hilal ini.

Baca Juga: Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kabupaten Kediri, Jawa Timur Selama Ramadhan 2023 atau 1444 H

Sedangkan metode hisab adalah sebuah metode yang digunakkan oleh seseorang/sekelompok orang dengan mengguanakan perhitungan matematis berdasarkan posisi planet dan bulan.

Dikutip dalam jurnal yang ditulis oleh Jaenul Arifin, hisab adalah menentukan kedudukan matahari atau bulan sehingga diketahui kedudukan matahari dan bulan tersebut pada bola langit pada saat – saat tertentu. (arifin, 2014)

Dalam penggunaannya, baik rukyat maupun hisab keduanya merupakan metode dalam menentukkan awal puasa ramadhan 2023. Dilansir dari balitbangdiklat.kemenag.go.id yang ditulis oleh Abdul Jalil, daripada membahas dalil tentang metode apa yang paling valid dan terbaik, lebih baik Kita saling menghormati dan berusaha saling melengkapi.

Baca Juga: Ramadhan 2023: Amalan Rahasia Agar Cerdas Seperti BJ Habibie, Cepat Menyerap Ilmu Pengetahuan

Hisab dan Rukyat merupakan dua hal yang sangat penting dalam pelaksanaan ibadah yang diajarkan oleh agama Islam.

Maka dari itu, tidak ada yang salah dalam hal ini. Menggunakkan metode rukyat maupun hisab. Penentuan awal bulan ramadhan ini dikembalikan kembali pada masing – masing individu.

Satu hal yang harus kita yakini, bahwa sedikit perbedaan dalam islam tidak lantas membuat Kita bisa terpecah belah, karena perbedaan adalah sebuah rahmat bagi kita.***

Oleh : Eliya Fadila

Rekomendasi